Cibadak Dilanda Banjir, Warga Salahkan Tol Air

Musola kecil di RT 04 kelurahan cibadak kecamatan astanaanyar, ambruk oleh banjir.(Jumat 23/2) (Azis Zulkhairil/Radar Bandung)

Musola kecil di RT 04 kelurahan cibadak kecamatan astanaanyar, ambruk oleh banjir.(Jumat 23/2) (Azis Zulkhairil/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Hujan deras yang mengguyur Bandung membuat kawasan Cibbadak dilanda banjir.

Kemarin, Kamis (22/2), limpahan air hujan membuat kirmir di anak kali Citepus, RW 07, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Astanaanyar, ambrol.

Imbasnya, 165 unit rumah terendam banjir setinggi 1,5 meter. Lurah Cibadak, Iwa Kartiwa mengatakan, jumlah RW yang terimbas banjir cukup banyak. Dari 9 RW di Kelurahan Cibadak, hanya 1 RW yang tidak terimbas.

Menurut Iwa, banjir terjadi pada pukul 20.00 hingga pukul 22.00, kemarin. Selain rumah warga, lanjut Iwa ada satu musola berukuran 3X4 meter yang juga roboh.

Robohnya kirmir ini, sebenarnya sudah sejak 2016 lalu. Menurut Iwa, pihaknya sudah mengirimpak proposal kepada Dinas Pengerjaan Umum (DPU) Kota Bandung, untuk perbaikan kirmir.

“Tapi sampai sekarang tidak ada respons,” katanya.

Menurut Iwa, kirmir sudah rusak dari 2016. Jika kirmir diperbaiki, kejadian ini tidak akan terjadi.

Disinggung tentang keberadaan tol air yang digadang-gadang bisa mengatasi banjir di Pagarsih, Iwa mengatakan, sebenarnya sudah bisa mengurangi banjir. Hanya saja, debeit air yang tinggi membuat tol air tak bisa menampungnya.

“Ini juga banjir kiriman dari Lembang. Kalau di Bandung Utara curah hujannya tinggi, pasti akan berimbas ke Pagarsih,” paparnya.

Pasca-banjir, warga mendapat bantuan dari Dinas Sosial, Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, serta dari puskesmas terdekat.

Menurut Iwa, tidak ada posko pengungsian untuk warga, hanya posko kesehatan yang mendapatkan bantuan dari Puskesmas Pagarsih.

Salah seorang warga yang terkena imbas, Uum Rokhayah mengatakan, peristiwa ini banjir terbesar.

“Sebelum ada tol air, banjir tidak pernah sebesar sekarang,” katanya.

Uum berharap ke depan ada pembenahan dari Pemkot Bandung, agar ke depan banjir bisa dikurangi.

Warga lain, Siti, menceritakan dirinya terjebak air banjir selama 2 jam,  tidak bisa menyelamatkan diri.

“Biasanya banjir surut dalam 10 menit, sekarang lama sekali. Saya bingung mau menyelamatkan diri ke mana,” katanya.

Harapan Siti kepada Pemkot Bandung agar memikirkan juga warga lain di sekitar pagarsih.

“Jangan hanya memikirkan warga yang di RW 02 (tempat dibangunnya tol air,red). Tapi pikirkan juga kami. Jangan sampai kami terkena imbas dari pembangunan ini,” harapnya.

(mur)

loading...

Feeds

Dua Pendiri Instagram Mengundurkan Diri

Co Founder Facebook Inc  Instagram, Kevin Systrom dan Mike Krieger mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya di perusahaan besar tersebut. Pada …

Telkomsel Kembali Gelar IndonesiaNEXT di Jabar

  POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Dalam rangka menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi persaingan global, Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT. Pada tahun ketiga …

Tiga Calon Sekda KBB Siap Bersaing

Panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengumumkan tiga peserta terbaik yang akan menduduki Jabatan Sekretaris …