Band Cadas Infamy Diadili di Pengadilan Musik

Untuk pertama kalinya band asal Bandung, Infamy, duduk di kursi panas Pengadilan Musik jilid ke-20, Jumat (16/2). (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG
DIADILI:)

Untuk pertama kalinya band asal Bandung, Infamy, duduk di kursi panas Pengadilan Musik jilid ke-20, Jumat (16/2). (NIDA KHAIRIYYAH/RADAR BANDUNG DIADILI:)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Band cadas Bandung, Infamy, ditetapkan menjadi terdakwa di Pengadilan Musik jilid ke-20. Program yang didukung penuh DCDC ini secara berkala menguji kredibilitas dari musisi aktif dan potensial.

Hadirnya Infamy seakan memutar kembali sejarah di tahun 90 an. Butuh waktu cukup lama dalam bagi Infamy untuk merangkum materinya dalam sebuah album.

Namun, album band yang terbentuk sejak 94 itu baru dirilis 2003, bertajuk Infamy. Cukup panjang dan berliku, album keduanya kembali dirilis 2010 dengan berganti titel menjadi Hatremonial.

Infamy dengan konsisten memainkan instrumen yang terbilang asing saat itu dengan gitar tujuh senanar dan bass lima senar. Tapi, mereka kembali tidur ntenyak untuk beberapa tahun, 2018 mereka kembali bangun dan meraimaikan lagi musik cadas.

Kali ini, Man Jasad didaulat menjadi hakim ketua. Sementara duo jaksa yaitu Pidi Baiq dan Budi Dalton sudah siap dengan berbagai dakwaan terhadap terdakwa, sementara Ebenz Burgerkill dan Yoga PHB siap menjadi pembela dari infamy.

Acara dibuka oleh panitera, Edi Brokoli, program yang di siarkan secara streaming di www.djarumcoklat.com ini pun mampu dinikmati coklat friends se-Indonesia.‎

Namun, bagi yang ingin menyaksikan secara langsung bisa dengan booking code di website kemudian datang ke Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon No.8A, Bandung.

Dengan duduk di kursi panas, Infamy terus menjelaskan buruan pertanyaan dari para jaksa. Beberapa pertanyaan, diantaranya tentang makna nama band dan pemilihan aliran musik mental.

Ditemui di sela kegiatan, Perwakilan DCDC DSO Kota Bandung, Yosep Ruru menuturkan, setelah dihadiri beberapa saksi dan pengujian kemampuan maka hakim pun mengakui Infamy tidak bersalah dan berhak untuk memasarkan karyanya.

“Setelah melalui berbagai tahapan persidangan, tuduhan jaksa kepada Infamy akhirnya tidak terbukti,” jelasnya, Jumat (16/2).

Selain itu, pemilihan Infamy karena melihat band lama yang sudah lama vakum dan kini kembali bangkit dengan album baru.

Pengadilan Musik juga ‎ingin memberikan yang berbeda dengan launching pada umumnya. Jika pada umumnya memperkenalkan single atau album dengan satu jalur komunikasi, maka di Pengadilan Musik bisa saling berbagi informasi dan meminimalisir beragam kesalahpahaman.

loading...

Feeds

Telkomsel Kembali Gelar IndonesiaNEXT di Jabar

  POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Dalam rangka menyiapkan generasi muda Indonesia dalam menghadapi persaingan global, Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT. Pada tahun ketiga …

Tiga Calon Sekda KBB Siap Bersaing

Panitia seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengumumkan tiga peserta terbaik yang akan menduduki Jabatan Sekretaris …