Menikmati Keindahan Tebing Keraton Bersama Kang Aher

Keindahan Tebing Keraton

Keindahan Tebing Keraton

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyempatkan diri untuk mengunjungi salah satu objek wisata populer Tebing Keraton yang terletak Di kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda.


Aher ingin memastikan, perubahan yang dilakukan oleh pengelola berdampak positif bagi kondisi iklim mikro sekitar tebing. Tebing Keraton merupakan salah satu titik yang dilintasi jalur  migrasi burung raptor dunia.

Aher menjelaskan sejak tahun 2014 Tebing Karaton telah menjadi salah satu objek wisata yang paling diminati di wilayah Bandung Raya.

“Wisatawan yang datang tidak hanya dari nusantara bahkan dari mancanegara. Jaraknya juga cukup dekat dari pusat Kota Bandung, kurang lebih 14 Km atau 7 Km dari pintu Pos 1 Tahura Ir. H. Djuanda,” katanya, awal pekan lalu.

Untuk memudahkan akses wisatawan, menurut Aher, Balai Pengelolaan Tahura Ir. H. Djuanda pernah melakukan penataan Tebing Karaton dengan membangun berbagai fasilitas termasuk pemasangan paving blok  pada jalur tracking dan selasarnya pada 2014.

Ternyata hal itu telah mengubah iklim mikro pada tebing yang terletak di ketinggian 1200 mdpl. Ini menyebabkan suhu di area tebing lebih meningkat dari sebelumnya.

Gubernur Aher di Tebing Keraton

Dampaknya, menjauhnya kabut dari sekitar selasar Tebing Karaton. Secara langsung maupun tidak langsung ternyata itu juga dapat mengganggu jalur migrasi Burung Raptor dunia.

“Padahal salah satu daya tarik Tebing Karaton ini adalah wisata matahari terbit atau matahari tenggelam yang sangat indah dan menawan dengan diselimuti kabut yang tebal,” kata Aher.

“Selain itu, masalah kelembaban yang tinggi telah memberi pengaruh terhadap kondisi paving blok yang menjadi berlumut sehingga menjadi licin terutama jika musim penghujan tiba,” tambahnya.

Pada bulan Mei 2017, Gubernur Aher telah meresmikan Tebing Karaton ini sebagai tempat wisata sekaligus sebagai Pusat Pemantauan Migrasi Burung Raptor Dunia.

“Oleh karena itu, dalam upaya mengembalikan kondisi iklim mikro di sekitar Tebing Karaton dan meningkatkan fungsinya sebagai pusat pemantauan migrasi burung raptor  dunia, perlu dilaksanakan penataan selasar Tebing Karaton dengan mengangkat paving yang telah terpasang dan kemudian menggantinya dengan material yang lebih ramah lingkungan serta dirancang sedemikian rupa sehingga secara umum tidak menempel langsung dengan tanah,” paparnya.

Proses penatan Selasar Tebing Karaton ini dilaksanakan pada 2017 dengan didanai oleh APBD Provinsi Jawa Barat. Penataan selanjutnya, menurut Aher, akan didorong melalui mekanisme pendanaan mitra CSR  Tahun 2018 maupun melaui APBD Tahun 2019.

“Mohon dukungannya dari warga Jawa Barat. Mari jaga keindahan Tebing Keraton dan jalur migrasi burung raptor,” pungkasnya.

(mun)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …