Menegangkan, Kesaksian Korban Bus Maut Tanjakan Emen yang Selamat

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melihat kondisi tempat kejadian perkara insiden kecelakaan bus pariwisata di tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG)

“Iki gak tahu motor dari mana-mananya, yang Iki tau saat itu ibu terjepit motor. Shok juga sih, tapi Alhamdulillah Iki ama Ibu bisa selamat,” kata Kiki sambil sesekali memeluk Ibunya.

Yeti Munjiwati (48) sang ibu juga tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur karena dia dan putrinya mampu lolos dari kecelakaan maut itu.

“Saya tidak tahu pasti yang meninggal ini kondisinya bagaimana saat ditemukan. Setelah kejadian, korban yang selamat langsung dibawa ke puskesmas,” ujar Yeti sambil menahan isak tangis.

Yeti yang juga warga Jalan Legosoraya, No.92 RT07/01, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, mengaku bus yang ditumpanginya itu sudah ganjil sejak memasuki kawasan Lembang.

Karena begitu memasuki jalur tanjakan Tangkuban Parahu, bis sering mengeluarkan suara mesin yang kasar, seakan tak sanggup menanjak.

“Kalau pas nanjak suaranya meraung, tapi laju busnya gak nambah kenceng. Kaya telat ngoper gitu. Ada juga perasaan takut, tapi saat itu sebagian banyak penumpang tertidur, termasuk Kiki anak saya,” ungkapnya.

Padahal saat kejadian, lanjut Yeti, kondisi cuaca lumayan kondusif dan cerah. Kemudian, tiba-tiba saja bus hilang kontrol, lantas penumpang yang ada di dalamnya panik.

Kepanikan semakin terjadi saat bus melaju kencang dan tanpa aturan, dibarengi teriakan histeris para penumpang.

“Semua histeris, lalu bus terguling. Saat bus mulai berhenti kondisi saya sama sekali tidak bergerak karena terjepit sepeda motor. Gak tau itu motor dari mana, yang pasti ada didalam bus dan menjepit saya,” kata dia.

Yeti yang saat itu merasakan nyeri luar biasa di pergelangan tangan dan juga bagian punggungya, dibantu warga akhirnya bisa keluar dari bus, bersama anaknya.

“Alhamdulillah, gak lama banyak warga yang menolong para korban. Termasuk saya sama Niki, akhirnya saya dan Iki bisa keluar dari bus,” terangnya.

Sementara itu, Amiruddin (32) sopir bus bus pariwisata PO Premium Fassion, hanya mengalami luka di tangan kananya juga luka ringan di wajahnya.
Amiruddin enggan menjelaskan kronologi kecelakaan lebih banyak sebab masih dalam kondisi trauma berat. Dia hanya menyebutkan kondisi penglihatan dirinya waktu itu.

“Pokoknya saat itu gelap, gelap sekali,” ucapnya.

(Anr/dtk/peh)

loading...

Feeds

Sandiaga Uno Kunjungi Pasar Cihapit

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Kunjungi Pasar Cihapit, Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno menilai ini merupakan pasar yang baik. Sandi …