Foto Bareng Nurul Arifin, Panwas Tegur ASN SMAN 10

Nurul Arifin berfoto dengan ASN SMAN 10 Bandung (ist)

Nurul Arifin berfoto dengan ASN SMAN 10 Bandung (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung tegur Aparatur Sipil Negara (ASN) SMA Negeri 10 yang foto bersama bakal calon wali kota Bandung Nurul Qomaril Arifin.


Foto tersebut dinilai menunjukkan ketidaknetralan ASN. Ketua Panwaslu Kota Bandung, Farhatun Fauziyyah mengungkapkan, pihaknya akan memberikan surat panggilan ke SMA Negeri 10.

Tujuan pemanggilan, untuk menggali informasi lebih dalam kepada pihak ASN agar bisa dimintai keterangan.

“Sebelum kami kirim surat, kami sudah adakan rapat pleno terlebih dahulu,” ujar Fauziah kepada Radar Bandung di kantor Panwaslu, Rabu (7/2).

Fauziah mengatakan, pemanggilan tersebut sudah jelas berdasarkan aduan masyarakat, terkait temuan foto yang beredar beberapa waktu lalu di sosial media.

“Selaku Panwas kami harus tanggap dalam masalah ini, agar tidak menyebar ke ASN lain,” terang Fauziah.

Di tempat yang sama, Divisi Penindakan Panwaslu Zaki Muhamad Zam Zam menjelaskan, pemanggilan ASN berdasarkan edaran Menteri Pemberdayaan Aparatur Sipil Negara (Menpan) pada tanggal 27 desember 2017 dan surat Komisi Aparatur Sipil Negara 10 November 2017 tentang pengawasan netralitas ASN pada Pilkada serentak 2018.

Zaki menjelaskan, dari data awal yang diterima Panwas, kedatangan Nurul ke SMA N 10 Kota Bandung sebagai pemberi motivasi kepada murid. Namun, menurutnya kegiatan tersebut janggal mengingat dilakukan di waktu Pilkada.

“Maka dari itu kami menunggu kedatangan dan kesediaan ASN untuk memberi keterangan,” terangnya.

Zaki menambahkan, dilihat dari pihak Nurul tidak bisa menindak lanjuti bahkan hal itu bukan dijadikan sebuah pelanggaran, karena dirasanya sampai saat ini belum ada payung hukum yang mengatur masalah tersebut.

“Untuk Bapaslon itu masih bebas, mau turun kelapangan apa sosialisasi kemana saja, karena belum penetapan dan belum dapat nomor urut,” tuturnya.

Masih kata Zaki, yang jadi titik masalah adalah ketika dalam kegiatan atau sosialisai bakal calon Walikota, ditemukan ASN yang menghadiri, bahkan foto bersama dengan menggunakan simbol-simbol yang melambangkan sebuah dukungan menurutnya sudah menjadi pelanggaran kode etiknya ASN.

“Untuk bapaslonnya kita samasekali tidak mempermasalahkan,” tegasnya.

Sedangkan Bidang Sumberdaya Manusia (SDM) Panwaslu Kota Bandung, Fereddy, menambahkan bahwa Panwaslu tidak mengomentari Badan Kepegawaian Daerah, tapi Panwaslu hanya merekomendasikan kejadian tersebut.

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …