Potensi Bencana Alam di Bandung Bukan Cuma Banjir, Ini yang Harus Diwaspadai

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, saat memberikan gambaran pemetaan wilayah rawan bencana di Bandung Raya (Gumilang/Radar Bandung)

Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah PVMBG, Agus Budianto, saat memberikan gambaran pemetaan wilayah rawan bencana di Bandung Raya (Gumilang/Radar Bandung)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bandung Raya memiliki potensi terjadinya bencana longsor dan banjir. Hal ini dipicu curah hujan tinggi serta pembangunan infrastruktur yang tak terkontrol hingga menyebabkan air hujan tidak terserap.


Kepala Bidang Mitigasi Gerakan Tanah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung, Agus Budianto mengatakan, khusus wilayah Padalarang, Ciwidey dan Lembang harus mewaspadai potensi terjadinya bencana longsor.

Lalu, untuk kawasan Kota Bandung bagian tengah berpotensi terjadi banjir yang disebabkan air hujan yang tak terserap.

Seharusnya, sambung Agus Budianto, air hujan tertahan dan terserap dahulu oleh pepohonan, sehingga potensi bencana longsor maupun banjir dapat minimalkan.

“Semua ini gara-gara air yang deras turun langsung ke tanah dan juga penebangan pohon di beberapa kawasan Bandung,” ujar Agus, kepada Radar Bandung di Kantor PVMBG, Jalan Diponegoro 57 Bandung, Selasa (6/2).

Ia menjelaskan, kondisi Bandung yang dikelilingi pegunungan, menyimpan misteri geologi yang harus terus dipelajari agar dalam pengelolaannya tidak merugikan masyarakat yang tinggal di dalamnya.

Pengetahuan mendalam tentang kondisi khas bawah permukaan cekungan Bandung menjadi sangat penting.

“Terdapat lapisan lunak yang tebal di bawah permukaan Bandung. Ini tentu saja harus menjadi perhatian semua pihak terutama dalam kebijakan pembangunan Kota Bandung dan sekitarnya,” tegasnya.

Secara geologis, Kota Bandung berada di cekungan Bandung yang dikelilingi gunung api aktif, serta tiga daerah sumber gempa bumi yang saling melingkup, yaitu sumber gempa bumi Sukabumi – Padalarang – Bandung, sumber gempa bumi Bogor – Puncak- Cianjur, serta sumber gempa bumi Garut – Tasikmalaya – Ciamis.

Daerah-daerah tersebut berstatus aktif di sepanjang sesar-sesar yang ada, sehingga menimbulkan gempa tektonik yang sewaktu- waktu dapat terjadi.

Selain itu, Kota Bandung yang padat penduduk disertai kerapatan bangunan yang mencapai 73,5% merupakan kawasan terbangun berisiko tinggi pada berbagai bencana.

“Kita tinggal di Bandung itu kemungkinannya dua, bencana alam yang sedang dihadapi, dan juga bencana alam yang akan terjadi suatu saat nanti,” imbuhnya.

Beberapa wilayah rawan bencana alam di Kota Bandung yang terindentifikasi antara lain, kawasan yang sering terjadi banjir terutama daerah-daerah yang dilewati lima aliran sungai yaitu aliran sungai Cipaku, Cikapundung, Cibeunying, Cipamokolan, dan Cipadung.

Kedua, daerah rawan gempa bumi yaitu Bandung Kulon, Bandung Wetan, Batununggal, Bojongloa Kaler, Cicendo, Cinambo, Coblong, Kiaracondong, Lengkong, Regol, Sukajadi, Sukasari, dan Sumur Bandung.

Ketiga, daerah rawan longsor yaitu, Cibiru, Mandalajati, Ujungberung, Cibeunying Kaler, Cidadap, dan Coblong.

“Pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait potensi bencana alam tersebut dan juga peran pemerintah dalam mengatur segala peraturan pembangunan, jangan sampailah merusak alam dan menggangu stabilitas alam kita, ini harusnya jadi perhatian bersama,” pungkasnya.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …