Pengurus PAN Jabar Akan Evaluasi Perolehan Suara Pileg

Foto bersama para pengurus DPW PAN Jabar saat acara launching Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Rabu (7/2/2018). ( Foto : Ist )

Foto bersama para pengurus DPW PAN Jabar saat acara launching Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Rabu (7/2/2018). ( Foto : Ist )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perolehan suara PAN untuk kursi legislatif di sejumlah daerah terus menurun dalam dua periode terakhir. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketokohan calonjauh lebih terkenal dibandingkan nama PAN secara kelembagaan dan kurangnya semangat persaingan dari kader.


Hal itu disampaikan Ketua DPW PAN Jabar, Ahmad Najib Qudratullah kepada wartawan usai acara launching Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) PAN di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Rabu (7/2/2018).

Hal itu berpengaruh secara signifikan terhada perolehan kursi DPRD di sejumlah daerah. Contohnya, di Kota Bandung tahun 1999 PAN mempunyai delapan kursi, namun pada 2014 tidak memiliki kursi.

Sementara di Kota Cimahi perolehan suara hanya cukup untuk tiga kursi di 2014 sepanjang dua periode pemilihan legislatif. Sedangkan di Kabupaten Bamdung pada Pileg 2014 hanya ada dua kursi setelah di periode sebelumnya lima kursi.

“Di wilayah Bandung Raya terus menurun, di Kota Cimahi tidak pernah bertambah. Maka nanti butuh reposisi caleg dan strategi baru. Kami sudah memiliki akar masalahnya sudah ketahuan. Penyakitnya pertama konflik berkepanjangan, kedua rendahnya kompetisi dan terakhir calon lebih terkenal daripada partai,” katanya.

Meski tidak detil, namun ia menyebut sudah mengetahui formula yang akan dipakai untuk memperbaiki catatan PAN dalam perebutan suara di Pileg. Di tahun 2019 mendatang, PAN memasang target yang tidak main-main.

Untuk kursi di DPRD Jabar, yang semula hanya diisi empat kursi, ditargetkan menjadi 15 kursi. Untuk DPR RI ditargetkan bisa mewakilkan sembilan kursi dari Jabar. Target meningkatkan kuantitas wakil rakyat pun berlaku untuk tingkat daerah.

“Untuk mengejar target itu, kami akan mulai dengan pembenahan dan akar masalah. Diantaranya membenahin struktur partai dan mereposisi calon agar tidak ada lagi suara caleg itu lebih dominan dibanding partai. Itu sanga berefek,” ucapnya.

Hal lain yang menjadi tantangan adalah pelaksanaan puncak dari tahapan pemilu adalah Pileg nanti disertai dengan pilpres.

Secara waktu, semua parpol memiliki masa kerja sosialisasi mengambil simpati pemilih hanya 1 tahun. Bahkan adanya agenda pilkada di 2018 waktu untuk sosialisasi pun bisa berkurang lagi.

“Maka dari itu perlu kerja politik yang ekstra agar semua kerja politik satu tahun menuju Pileg dan pilpres, lokal maupun nasional dapat dilalui dijalankan kader PAN dengan baik,” pungkasnya.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds

ITB Gelar Virtual Job Fair 21-27 Oktober 2021

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-  ITB melalui unit di bawah Direktorat Kemahasiswaan, ITB Career Center kembali mengadakan bursa kerja (job fair). Bursa kerja …