Longmarch dari Tasikmalaya, Santri Datangi Posko Anton

BERI DUKUNGAN: Aktivis santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri, dan Mahasiswa Jawa Barat (KP2SM) mendatangi posko relawan Cawagub Anton Charlyan di Komplek Parakan Asri No 8, Kota Bandung, Selasa (6/2/2018).

BERI DUKUNGAN: Aktivis santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri, dan Mahasiswa Jawa Barat (KP2SM) mendatangi posko relawan Cawagub Anton Charlyan di Komplek Parakan Asri No 8, Kota Bandung, Selasa (6/2/2018).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Demi menyuarakan dukungannya, sejumlah aktivis santri yang tergabung dalam Komite Pergerakan Pemuda, Santri, dan Mahasiswa Jawa Barat (KP2SM) mendatangi posko relawan Cawagub Anton Charlyan di Komplek Parakan Asri No 8, Kota Bandung, Selasa (6/2/2017). Mereka menyelesaikan longmarch dari Tugu KH Zaenal Musthofa, Kota Tasikmalaya sejak Minggu, (3/2/2017).


Para aktivis ini menempuh jarak sekitar 120 km. Sebelum ke posko Anton Charlyan, mereka tiba di Posko Relawan Hasanah, Jalan Pejuang Pelajar, Kota Bandung. Selain memberi dukungan politik untuk pasangan Tb Hasanuddin – Anton Charliyan (Hasanah) pada Pilgub Jabar 2018, mereka juga menyosialisasikan Pilgub Jabar.

Koordinator KP2SM, Dede Heri mengatakan, agenda politik harus dimaknai sebagai momentum demokrasi dan menjadi pesta rakyat bukan hanya pesta elit politik semata.

“Pilgub Jabar 2018 jangan hanya sekadar menjadi prosedur demokrasi pergantian kekuasaan, tapi harus memiliki substansi demokrasi untuk melahirkan pemimpin terbaik untuk masyarakat Jawa Barat,” ujar Dede pada tim relawan Anton Charlyan.

Dede menambahkan, aksi tersebut juga untuk menentukan sikap pada Pilgub Jabar 2018 dengan memilih pasangan Hasanah, Tb Hasanuddin dan Anton Charliyan. Menurut dia, dua orang yang berlatar belakang militer itu merupakan putra terbaik yang dinilai tepat memimpin Jawa Barat. Mereka yakin Hasanah bisa melanjutkan cita-cita dan amanah pada perjuangan masyarakat Jawa Barat.

“Hasil kajian spiritual dan rasional kami menentukan, Jabar sebaiknya dipimpin oleh sosok TNI dan Polri seperti pasangan Hasanah. Ini demi menjaga marwah, menjaga kedaulatan, dan harga diri Jawa Barat,” ucap dia.

Dede berharap agar pesta demokrasi lima tahunan tersebut berlangsung dengan damai dan kondusif sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Untuk masyarakat Jawa Barat, mari mengawal demokrasi dengan aman, damai tanpa adanya kekerasan. Perbedaan pilihan jangan dijadikan permasalahan karena kita saudara,” kata dia.

(man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …