Awas! Buang Sampah Sembarangan di Kota Bandung Bisa Kena OTT

Operasi Tangkap Tangan terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan di Bandung. Foto: Gumilang/Radar Bandung

Operasi Tangkap Tangan terhadap pelaku pembuang sampah sembarangan di Bandung. Foto: Gumilang/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), PD Kebersihan dan Satpol PP Kota Bandung yang tergabung dalam Tim Patroli Pengawas Kebersihan (PPK) melakukan program “TewakanNuMiceunRuntah”.


Program terkait kebersihan ini menjaring 10 orang perharinya. Mereka tertangkap operasi tangan tangan (OTT) saat membuang sampah sembarangan di Kota Bandung.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Sopyan Hermadi mengatakan, program tersebut ditargetkan membuat jera para pelaku pembuang sampah sembarangan.

Ia mengatakan, Tim PPK sampai saat ini terus melakukan pantauan. Sebelumnya, mereka sudah melakukan riset terlebih dahulu seperti jam berapa waktu intensitas buang sampah warga, Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan titik-titik keramaian atau rawan buang sampah sembarangan.

“Jadi kayak kucing-kucingan, sebagian warga sudah tahu dan takut kalau ada tim kita mantau di lapangan,” ungkap Sopyan, kepada Radar Bandung (pojokbandung) melalui saluran telepon.

Menurutnya, ada pun klasifikasi orang yang akan kena OTT yaitu seperti membuang sampah sembarangan di lingkungan sungai, jalan raya, tempat umum dan juga di sekitar TPS.

“Operasi biasa kita lakukan pukul 21.00 WIB sampai 03.00 WIB. Bagi yang ingin ikut bergabung dengan kami, ayo silakan,” ujarnya.

Dengan program tersebut, Sopyan mengharapkan masyarakat dapat mengubah mindset bahwa orang Indonesia suka membuang sampah sembarangan. Mindset ini akan berdampak buruk bagi lingkungan.

“Bukan melarang buang sampah, kita mengajak buang sampah pada tempatnya,” tegasnya.

Hukuman bagi orang yang tertangkap tangan ialah denda dan hukuman penjara sesuai Peraturan Daerah Kota Bandung 11/2005 tentang ketertiban dan kebersihan. Besaran denda Rp1-5 juta atau kurungan tiga bulan penjara.

“Perda tersebut kurang optimal, karena belum ada tindak lanjut yang jelas,” ungkapnya.

Namun tindakan awal dari OTT ini menahan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelaku. Hal ini dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung.

Loading...

loading...

Feeds

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …