Mengapa Baru Kali Ini Suplemen Mengandung DNA Babi Ditarik, Begini Penjelasan BBPOM Bandung

Uji sampel produk di-laboratorium (ilustrasi/jawapos.com)

Uji sampel produk di-laboratorium (ilustrasi/jawapos.com)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kepala Balai Besar POM Kota Bandung, Abdul Rohim mengatakan, kurang lebih ribuan suplemen yang diidentifikasi menganding DNA babi ditarik pada proses investigasi Balai Besar POM Kota Bandung sejak Kamis (1/2) lalu.


“Karena ini Bandung, cakupannya luas dan pasti banyak,” kata Abdul kepada Radar Bandung.

Ia menuturkan, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penarikan kedua produk tersebut selama seminggu.

“BPOM Pusat minta kita tarik produknya segera,” ujarnya.

Mengenai jumlah produk yang tersebar di Kota Bandung, ia mengatakan, kedua perusahaan tersebut tidak memberikan laporan produksi dan distribusi.

“Kedua perusahaan tersebut juga bukan berasal dari Jawa Barat (Jabar),” terangnya.

Menurut instruksi dari BPOM pusat, pihaknya agar menarik jenis bets atau semacam kode produksi yang diidentifikasi mengandung DNA babi saja, yakni Viostin DS produksi PT. Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H, dan Enzyplex tablet produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

“Jadi nomor bets tertentu saja yang ditarik, meskipun kedua perusahaan meminta semua saja ditarik,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, nomor bets tersebut dapat dianalogikan seperti klotet atau gelombang ratusan atau ribuan produk tersebut yang diproduksi setiap minggu atau setiap bulannya.

Berbeda dengan merek produksi karena menurutnya, merek produksi takan berubah, namun nomor bets disesuaikan dengan waktu kapan produk tersebut diproduksi per gelombang atau pet klotetnya.

“Itu sebuah kode identifikasi produk, setiap produk memiliki no bets seperti itu,” tuturnya.

Ia menegaskan, bukan berarti BPOM tidak melakukan pengecekan pada saat awal pertama kali produk ini muncul atau akan diedarkan, namun dikarenakan terus diproduksi dan tepat atau kebetulan ketika no bets tertentu tersebutlah yang terdeteksi mengandung DNA babi.

Lanjutnya, memang produk ini sudah lama beredar, namun pihak kedua perusahaan belum pernah mengirimkan data berapa jumlah yang sudah didistribusikan di Kota Bandung dari mulai awal peredaran sampai dengan sekarang.

“Mungkin mereka punya datanya, tapi tak melaporkan ke kita,” pungkasnya

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …