Curhatan Sopir Angkutan Online, Jemput Penumpang di Kawasan Merah sampai Bingung Hadapi Permenhub

Yana Maulana, sopir angkutan online di Bandung. Foto: Gumilang/Radar Bandung

Yana Maulana, sopir angkutan online di Bandung. Foto: Gumilang/Radar Bandung

MASALAH yang dihadapi sopir online di Kota Bandung tampaknya berlipat. Belum tuntas persaingannya dengan sopir-sopir angkutan konvensional yang kadang berujung kekerasan, kini mereka berhadapan dengan aturan Permenhub 107/2017 tentang taksi online.


================

M Gumilang, Bandung

================

RAUT wajah penuh kekhawatiran terlihat jelas di wajahnya, seakan tak percaya realitas yang ia alami saat ini.

Yana Maulana (53) namanya, terpampang jelas raut wajah penuh ketakutan saat ia menjemput penumpang yang memesan jasanya di sekitaran jalan Cipedes Kota Bandung. Kala itu pukul 14.30 WIB, cuaca di Bandung nampak cerah seperti biasanya di siang hari namun awan mendung sudah menunggu untuk menjatuhkan guyuran hujan di sore hari nanti.

Sudah dua tahun ia menjadi sopir online bergabung dengan penyedia jasa angkutan berbasis online Go Car. Mobilnya adalah Toyota Avanza putih yang menemaninya bekerja menjadi sopir online.

Di sela-sela perjalanan ia menceritakan kegelisahannya ketika menjemput penumpang di kawasan merah—sebuah kawasan yang dihuni sekumpulan kendaraan konvensional seperti angkot, ojek yang mempunyai pangkalannya sendiri.

“Mereka sering labrak saya dan bahkan mengancam saya tatkala saya kebetulan melintas atau menjemput penumpang di kawasan kekuasaan mereka,” ungkap Yana kepada Radar Bandung (pojokbandung.com), Jumat (2/2).

Tak jarang mobilnya dipukul atau ditendang oleh oknum sopir konvensional. Padahal ia berasal dari daerah tersebut.

“Ini karena kecumburuan sosial, mereka menganggap saya merebut penumpang mereka,” ungkapnya dengan raut wajah penuh kekesalan.

Waktu pun berlalu tak terasa. Tujuannya ke salah satu mal besar di Kota Bandung, yakni Paris Van Java (PVJ). Ia pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir PVJ.

Akhir-akhir ini, beberapa pertanyaan muncul di benaknya. Pertanyaan itu terkait Permenhub 108/2017. Terlebih sampai dengan saat ini ia belum mendapatkan info dari pihak aplikasi atau sesama temannya yang bekerja sebagai sopir online.

“Infonya simpang siur, teman saya bercerita, harga untuk mengikuti uji KIR di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung memerlukan biaya sebesar tujuh ratus ribu sampai satu juta rupiah,” ujarnya.

Biaya tersebut dirasa memberatkan baginya. Bahkan ia tak mengetahui bagaimana proses atau tahapan untuk mendapatkan tanda bukti bahwa mobilnya sudah lulus uji KIR dan dinyatakan legal atau sah beroperasi.

“Saya tak tahu harus gimana,” tuturnya.

Ia bahkan belum mengetahui bahwa Permenhub 108/2017 tersebut sudah diterapkan secara penuh sejak Kamis (1/2) lalu. Ia mengaku akan pasrah saja jika terkena operasi Dishub atau kepolisian.

Meski demikian, ia masih memiliki keinginan untuk mengikuti apa yang diinginkan pemerintah. Ia akan melakukan uji KIR atau memenuhi persyaratan lainnya demi mendapatkan status yang legal.

“Kalau saya ditiliang, saya meminta kejelasan kepada petugas, tolong beri saya waktu dan bantu saya harus melakukan apa dan di mana saya harus melakukan uji KIR dan sebagainya,” pungkasnya.

(*)

Loading...

loading...

Feeds

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …