ICMI Kutuk Penganiayaan Terhadap Ustadz Prawoto

Almarhum Ustadz HR Prawoto SE, Komandan Brigade PP Persis (ist)

Almarhum Ustadz HR Prawoto SE, Komandan Brigade PP Persis (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – ICMI Muda Pusat mengutuk keras peristiwa penganiyaan yang menimpa Ustadz HR Prawoto SE, Komandan Brigade Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis), Kamis (1/2).


Padahal, pekan lalu kejadian serupa terjadi pada pengasuh pondok pesantren Al-Hidayah Santiong, KH Emon Umar Basri, Sabtu (27/1).

“Baru kita berduka. Sekarang terjadi lagi,” ucap Ketua Presidium MP ICMI Muda Pusat Ahmad Zakiyuddin melalui pesan singkat, Jumat (2/2).

Kata Zaki, sapaan Zakiyuddin, ada situasi mengkhawatirkan yang belakangan terjadi. Umat Islam diharapkan melakukan konsolidasi secara penuh untuk menghindari faktor-faktor yang bisa memicu konflik sosial di masyarakat.

“Jangan sampai kejadian tersebut dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menimbulkan isu SARA berkepanjangan di masyarakat dan jangan sampai memicu munculnya para pengadil jalanan,” tegas Zaki.

ICMI Muda mengajak semua komponen umat dan bangsa termasuk yang ada di pemerintahan untuk membangun dan menjaga hubungan harmonis dan sinergis, dengan tidak terjebak dalam ketegangan rivalitas kepentingan politik.

Selain itu, kata dia, umat Islam jangan bersikap dan bertindak yang dapat menimbulkan disharmonisasi hubungan di antara masyarakat.

“Jangan sampai ada pihak pihak yang mempertajam polarisasi kelompok, partai politik dan elit-elit masyarakat yang akan  memicu instabilitas warga negara dan pemerintahan,” lanjutnya.

Zakipun mendesak, aparat pemegak hukum khususnya Polda Jabar terlibat dalam menuntaskan kasus penganiayaan yang mengakibatkan pembunuhan Ustadz Prawoto.

Ia juga meminta, agar keterangan faktual medis yang jelas dari Rumah Sakit Jiwa.

“Jangan sampai modus gila dan stress hanya jadi trik pelaku agar tidak dihukum dengan pura-pura mengalami gangguan jiwa,” imbuhnya.

ICMI Muda juga menghimbau agar umat Islam meningkatkan kewaspadaan dan tidak terpancing oleh pihak-pihak yang ingin melakukan provokasi.

Zaki juga meminta kepada MPW, daerah dan kampus untuk senantiasa menjaga kondusifitas, khusunya menjelang Persalinan serentak di 16 kota dan kabupaten di Jabar.

“Ini sebagai upaya antisipasi yang bisa menimbulkan konflik dan tidak terjadi lagi upaya penganiayaan terhadap ulama,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prawoto tewas usai dianiaya tetangganya, Asep Maftuh (45). Peristiwa maut itu terjadi di dekat kediaman Prawoto di Blok Sawah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung pada Kamis (1/2).

Loading...

loading...

Feeds