Keluarga Penyimpan Kerangka Manusia, Warga Heran: Selama Ini Mereka Hidup dengan Mayat

Rumah pelaku peyimpan mayat menjadi pusat perhatian warga. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Rumah pelaku peyimpan mayat menjadi pusat perhatian warga. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Terungkapnya penyimpanan kerangka mayat utuh yang dilakukan keluarga Neneng Khatijah (76), menyisakan rasa penasaran bagi sejumlah warga.


Pasalnya, rumah yang berlokasi di Gang Nusa Indah 6 Rt 07 Rw 17 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan itu, menurut warga setempat sejauh ini dianggap mencurigakan.

Selain tampak sepi jika dilihat dari luar, suasana rumah tersebut seperti memancarkan aura mistis yang sangat kental dengan khas wangi kemenyan.

Ditambah, penghuni rumah yang jarang berkomunikasi dengan warga lainnya.

Menurut tetangga, Aldi (25), pascapenemuan kerangka mayat tersebut, suasana di sekitar gang itu semakin sepi apabila memasuki malam hari. Bahkan, saat ini masih menjadi perbincangan hangat sejumlah warga.

“Aneh juga, kenapa orang meninggal gak di kubur. Berarti mereka selama setahun ini hidup dengan mayat dan bau bangkai,” ucapnya.

Kendati demikian, lanjut dia, meskipun keluarga Neneng telah melakukan perbuatan di luar nalar, namun para tetangga tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

Hanya saja akan dijadikan sebuah pelajaran.

“Tentu ini jadi pelajaran bagi warga, jangan sampai peristiwa ini terjadi lagi,” tuturnya.

Sementara itu, keluarga terdekat pelaku, Lili (79) yang merupakan kakak ipar Neneng, mengakui dirinya dan keluarganya mengetahui apa yang dilakukan adik iparnya tersebut.

Namun, karena keyakinan yang kuat dalam diri Neneng sehingga, ia pun tidak bisa berbuat banyak dan lebih memilih diam daripada terjadi cekcok.

“Kakak (Neneng) saya bilang, jangan sampai rahasia ini dibocorkan. Kalau bocor upayanya akan gagal,” tuturnya.

Dia menambahkan, kematian kedua saudaranya Hera Sri Herawati (50) dan Hanung Subana (86), murni karena sakit dan tidak ada indikasi kekerasan.

Bahkan, jauh sebelum Hera meninggal dunia dua tahu lalu, sempat melontarkan pernyataan, jangan dikuburkan karena yakin bisa mendapat kehidupan kedua setelah meninggal.

“Hera bilang sama ibunya begitu, jangan dikuburkan,” katanya.

Ia pun pasrah dengan kondisi yang saat ini sedang dialami keluarga kakak iparnya. Hanya bisa berharap semoga bisa kembali ke jalan yang benar sebagaimana mestinya.

“Kami serahkan saja selanjutnya kepada yang berwenang,” pungkasnya.

Sementara itu, pascatemuan rumah Neneng menjadi tontonan warga. Kedatangan warga hanya untuk melihat situasi terkini dan melepaskan rasa penasaran terhadap rumah yang menjadi sorotan media itu.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …