Bandung Diterpa Angin Kencang yang Dingin, Ternyata Begini Kata BMKG

Peneliti BMKG Kota Bandung, Yuni Yulianti. Foto: Gumilar/Radar Bandung

Peneliti BMKG Kota Bandung, Yuni Yulianti. Foto: Gumilar/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Akhir-akhir ini cuaca di Bandung diwarnai angin kencang yang dingin. Ternyata penyebabnya siklon Cebile.


Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung, siklon Cebile adalah sebuah pusaran angin yang membentuk pusat tekanan rendah. Dampaknya, angin kencang diserai suhu dingin.

Pusat tekanan rendah itu terjadi di samudera Pasifik Timur Laut Australia, daerah tekanan rendah di barat Australia, serta kelembapan udara yang tinggi di wilayah Jawa Barat (Jabar).

Peneliti BMKG Kota Bandung, Yuni Yulianti mengatakan, siklon Cebile saja terjadi beberapa hari belakangan ini. Imbas daripada siklon tersebut terutama ke wilayah Jabar khususnya Kota Bandung dengan angin kencang. Sedangkan hujan relatif berkurang.

Menurutnya, angin berhembus dengan kecepatan rata-rata 29-30 km/jam. Jika siklon tersebut sudah beralalu, cuaca akan kembali menjadi musim hujan yang normal.

“Kalau angin kencang, biasanya intensitas hujan menjadi ringan,” ungkap Yuni Yulianti, saat ditemui Radar Bandung di kantor Station Geofisika Kelas 1, Jalan Cemara, Bandung, Senin (29/1).

Februari nanti diramalkan masih cenderung terjadi hujan kategori intensitas rendah sampai lebat.

Kondisi cuaca di Kota Bandung sendiri masih dalam fase musim hujan yang akan berakhir hingga Mei atau Juni 2018.

Ada pun suhu di Kota Bandung pada umumnya di kisaran minimum 19-20 derajat celcius dan maksimum 27-29 derajat celcius.

Hal tersebut disebabkan oleh tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi, suhu akan menjadi rendah dan kondisi tersebut yang membuat cuaca menjadi dingin.

Kondisi tersebut ditambah dengan kecepatan angin relatif lebih kencang dari biasanya.

“Suhu udara relatif dingin pada dini hari, terjadi pada pukul 05.00 WIB – 06.00 WIB,” tutur Yuni.

Menurutnya, fenomena cuaca seperti ini tidak hanya terjadi di Kota Bandung saja, tapi terjadi juga di seluruh wilayah Jabar. Cuaca ini diprediksi terjadi sampai Februari.

Masyarakat diminta waspada terkait fenomena cuaca tersebut. Rata-rata pada Januari dan Februari ini akan tetap berpotensi terjadi angin kencang dengan kelembapan di antara 60-90 persen.

Bahkan di Jabar selatan angin bisa mencapai 40 km/jam dengan tinggi gelombang mencapai 3,5 meter.

(Cr1)

Loading...

loading...

Feeds