Tugu Maung di Jalan Setiabudi Kok Tampak Miring?

Pembuatan tugu harimau di Bandung. Foto: Gumilang/Radar Bandung

Pembuatan tugu harimau di Bandung. Foto: Gumilang/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah membangun tugu maung atau harimau sebagai ciri khas Kota Bandung. Tugu ini akan menjadi sebuah penanda kawasan cagar budaya atau kota lama.


Pada 2018, 10 tugu maung akan dibangun di beberapa titik di Kota Bandung. Beberapa tugu sudah jadi. Misalnya di kawasan Jalan Setiabudhi dan Jalan Cipaganti.

Namun tugu maung di jalan tersebut tampak miring jika dilihat dari jarak 10-15 meter. Penyebabnya karena, tugu tersebut berlokasi di jalanan menurun, hal ini mengakibatkan jika dilihat dari arah timur maka tugu tampak miring kurang lebih 10 derajat ke arah kanan.

Tugu tersebut memiliki ketinggian kurang lebih sembilan meter.

Mandor proyek pembangunan tugu maung tersebut, Endang Nunu (59) mengatakan, pihaknya sudah mengukur dan memperhitungkan rata tanah yang dijadikan sebagai fondasi dari tugu tersebut.

“Posisi jalan sekitaran tugu memang jalanan mudun,” tutur Endang saat ditemui Radar Bandung, Jumat (26/1).

Menurutnya, tugu tersebut tidak akan rubuh atau mencelakakan orang lain yang melintas di sekitaran tugu tersebut.

Lanjutnya, pasak yang ditanam di bawah tugu tersebut memiliki kedalamaan kurang lebih 3 meter dengan tebal 60 cm dan terbuat dari bahan beton yang kuat sehingga pondasi tersebut kokoh.

“Tenang saja, aman kok,” terangnya.

Tugu tersebut mulai dibangun sejak tanggal 4 Januari 2018 lalu, Endang berkata, proses pembangunan tugu tersebut akan memakan waktu kurang lebih satu setengah bulan.

“Pertengahan bulan Februari mudah-mudahan beres,” ujarnya.

Ketika ditanyai soal tugu maung, ia menuturkan bahwa, akan ada empat patung maung kiriman dari Pemkot disertai empat jam yang akan dipasang di tugu tersebut.

Ketika semua pondasi selesai maka patung maung, jam dan kubah di atasnya dipasang belakangan. Pembangunan tugu tersebut dikerjakan oleh empat orang pekerja bangunan dan Endang sebagai mandornya. Mereka bekerja dari mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Ada pun hambatannya yang ia dan para pekerja rasakan seperti turunnya hujan besar yang menghambat pekerjaan mereka.

“Hambatannya paling cuaca dan lingkungan saja,” pungkasnya.

(Cr1)

 

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …