Kasihan Pak Umar, Warga Miskin yang Rumahnya Roboh Diterjang Angin

AMBRUK: Umar menunjukan bagian rumahnya yang ambruk akibat diterjang angin kencang beberapa pekan lalu. ( Foto : AZIZ PRATOMO/ RADAR BANDUNG )

AMBRUK: Umar menunjukan bagian rumahnya yang ambruk akibat diterjang angin kencang beberapa pekan lalu. ( Foto : AZIZ PRATOMO/ RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com – Dalam kehidupan, tempat tinggal merupakan hal wajib yang harus dimiliki setiap orang. Siapa pun itu, pastinya rumah akan menjadi tujuan utama.


Tapi bagi Umar (70), warga Kampung Melong Nyontrol, RT 01/03, Kelurahan Melong, kecamatan Cimahi selatan ini, meski memilki rumah namun sepertinya ia tak sanggup untuk memelihara tempat tinggalnya itu lantaran tak memiliki biaya.

Alhasil, rumah yang berlokasi di pemukiman padat penduduk itu kondisinya sangat memperihatinkan.

Rumah di gang sempit itu kini telah roboh setelah diterjang angin kencang beberapa waktu lalu.

Pria yang hanya mengandalkan penghasilan sebesar Rp300 ribu perbulan itu, kini hanya mampu mengharap kepada Pemerintah Kota Cimahi agar rumahnya bisa dibenahi.

Saat ini, bagain dinding di lantai dua yang hanya dipasangi batako rubuh dan masih terlihat debu sisa batako yang hancur menumpuk di dalam rumah.

Kini, rumah milik seorang Petugas Kebersihan RT/RW setempat itu hanya dipasangi terpal saja, untuk mencegah air hujan masuk langsung ke dalam rumah

“Mau gimana lagi, penghasilan saya buat betulin rumah gak cukup. Seadanya aja dulu, asal gak kehujanan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT 01, Yoyoh Maryam, mengatakan, seminggu yang lalu pihaknya telah mengajukan bantuan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi melalui, pihak Kelurahan Melong.

“Kasihan juga pak Umar, mereka kan keluarga kurang mampu, jadi kami inisiatif ajukan perbaikan rumah ke Pemerintah,” ujarnya.

Karena tidak ada tempat lain untuk ditinggalinya, Umar yang tinggal bersama istrinya Onih (58) terpaksa harus tidur di lantai bawah yang kondisinya sangat sempit.

Terlihat semua barang-barang di rumah berukuran 4×6 meter itu, dikumpulkan di lantai yang sekarang dijadikan tempat tidur bagi pasang suami isteri ini.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds