Selundupkan Narkoba ke dalam Laptop dan Pembalut, Perempuan Ini Diciduk

Tersangka penyelundupan narkoba jenis methamphetamine mengalami pingsan saat digiring petugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Jabar KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Rabu (24/1). Foto: RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

Tersangka penyelundupan narkoba jenis methamphetamine mengalami pingsan saat digiring petugas di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kantor Wilayah DJBC Jabar KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung, Jalan Rumah Sakit, Kota Bandung, Rabu (24/1). Foto: RIANA SETIAWAN/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wanita 40 tahun berinisial I menjadi kurir narkoba jenis Methamphetamine, barang tersebut ia dapatkan dari warga Lapas Bekasi yang merupakan teman adiknya.


Direktorat Jendral Bea dan Cukai (DJBC) Kantor Wilayah jawa Barat berhasil mengamankan NPP Methamphetamine 715 gram dan gula jenis sukrosa 285 gram melalui jalur Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung.

Penangkapan bermula dari hasil analisa pra kedatangan pener‎bangan Air Asia QZ 172 rute Kuala Lumpur-Bandung, diperoleh beberapa target penumpang untuk dilakukan pemeriksaan terhadap I.

Tersangka dengan wajah bulat, bekulit sawo matang, berambut ikal pendek sebahu tersebut sudah menjadi sasaran target petugas sejak terendus aksinya.

Diketahui, I berencana akan terbang ke Cikareng namun dibatalkan. Sehingga Bea Cukai se-Indonesia melalukan siaga 1 di setiap bandara.

“Kita dapat info terakhir dia akan terbang ke Bandung, jadi kami lakukan pengintaian sejak dia akan landing,” ‎ujar Kepala Kantor DJBC Wilayah Jawa Barat, Syaifullah Nasution, Rabu (24/1).

Tersangka yang memiliki tinggi 157 centimeter membawa sebuk kristal berwana putih diduga narkotika ‎yang disembunyikan ke dalam laptop dan pembalut.

“Kita serahkan ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Barat untuk diproses lebih lanjut,” tambahnya.

‎Nasution menyebut I telah melakukan pelanggaran Pasal 102 Huruf E Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang perubahan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kapabeanan dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 10 tahun.

I terancam sanksi pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp5 miliar.

Serta ia terancam Pasal 113 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun‎ 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman berupa pidana mati, pidana seumur hidup atau pindana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta dengan paling banyak Rp10 miliar ditambah 1/3 dari denda paling banyak.

“Kerugian imaterial yang ditimbulkan sebagai dampak negatif penyalahgunaan NPP jika lolos, asumsinya 1 gram dapat dikonsumsi 5.005 jiwa, total 715 gram tersebut seharga Rp1.430.000.000,” bebernya.

Sementara itu, I mengaku hanya diberikan upah Rp10-15 juta per satu kali pengiriman. Sementara, ia mengaku baru pertama kali.

“Saya udah tahu sejak awal kalau yang disuruh bawa adalah narkotika,” tutupnya singkat.

Usai gelar perkara tersebut, I sempat pingsan saat dibawa petugas.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds