Mario Gomez Pengin Lapangan, Manajemen Persib Mengaku Belum Mampu

Pelatih Persib Mario Gomez. Foto: KHOLID/RADAR BANDUNG

Pelatih Persib Mario Gomez. Foto: KHOLID/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Komisaris Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) selaku pengelola klub Persib Bandung, Zaenuri Hasyim, mengungkap jajaran manajemen tim Maung Bandung melakukan pembahasan atas pernyataan pelatih Mario Gomez.


Pelatih Persib asal Argentina itu mengeluhkan ketiadaan lokasi latihan yang permanen untuk Atep dkk. Dampaknya, hampir setiap hari pemain harus menjalani latihan di lokasi yang berubah-ubah.

Di mata Mario Gomez, hal ini cukup memengaruhi persiapan sebuah tim, terutama untuk Persib yang bisa dibilang sedang membentuk tim baru pascakedatangan beberapa pemain baru untuk kompetisi musim 2018.

“Ya mengenai keluhan pelatih, sudah kami bahas bersama Pak Glenn Sugita (Direktur Utama PT PBB) dan Pak Teddy Tjahyono (Direktur PT PBB). Tapi, memang rata-rata lapangan yang ada di Bandung milik instansi, jadi harus koordinasi dan sabar. Bukan kami diam dan tidak memperhatikan,” jelas Zaenuri.

Zaenuri menambahkan pihaknya juga telah berkoordinasi ke instansi yang memiliki lapangan untuk menentukan pilihan.

“Kalau setuju kan harus direnovasi dan butuh waktu, jadi sampai sekarang belum ketemu yang pas untuk tempat berlatih,” kata Zaenuri.

Zaenuri mengakui saat ini pihak manajemen sedang menjajaki beberapa lapangan seperti Si Jalak Harupat, GBLA, Sesko AD, Secapa AD, Lapangan Arcamanik, termasuk Stadion Siliwangi untuk memastikan lapangan mana yang akan menjadi pilihan dan bisa diajak bekerja sama.

“Stadion Persib Sidolig pernah direncanakan dikelola oleh kami termasuk mes pemain. Tapi, sampai sekarang belum ada kelanjutannya. Birokrasi kan tidak gampang. Kami sendiri sudah siap, tapi karena itu milik instansi. Yang pasti, saat ini kami sedang berupaya,” ujar mantan Pangdam III/Siliwangi ini.

(pra)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …