Aher Ajak Ormas Peduli Sungai Citarum

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, bersama Kodam III/Siliwangi melakukan sosialisasi gerakan Citarum Harum Bestari kepada sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) se-Bandung Raya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memberi pengarahan soal pelestarian kembali Sungai Citarum tersebut, kepada sekitar 1.000 anggota Ormas, di Aula Graha Tirta Siliwangi, Jalan Lombok, Bandung, Sabtu (20/01).

Ada pun sejumlah Ormas yang hadir pada kegiatan sosialisasi tersebut diantaranya FKPPI, AMS, GMBI, KNPI, HMI, dan lainnya.

“Kita melakukan sosialisasi dan Kapengdam selaku wakil satgas juga langsung melakukan sosialisasi ke berbagai pihak. Tadi pagi saja melakukan sosialisasi kepada pihak kampus beserta mahasiswanya,” kata Gubernur Aher.

Sementara itu, Aher menerangkan bahwa air di sungai seharusnya menjadi air andalan bagi kehidupan masyarakat yang mengalir dari hulu, tengah, sampai ke hilir.

“Artinya, setiap hujan besar debit air bisa saja naik, tapi tidak sampai banjir, dan kalau debitnya berkurang saat kemarau, tidak menyebabkan kekeringan,” kata Aher.

Solusinya, kata Aher, yakni normalisasi daerah tangkapan air dan Daerah Aliran Sungai (DAS) di Citarum. Kemudian, kualitas air harus terjaga dari hulu ke hilir, tanpa ada campur tangan dari kotoran atau pembuangan apapun oleh masyarakat.

“Maka semua elemen masyarakat Jawa Barat harus memiliki kesadaran dan perhatian yang sama dalam upaya pelestarian daerah aliran sungai (DAS) Citarum,” ungkap Aher.

Namun Aher menyayangkan, saat ini masyarakat masih memiliki kultur buruk yang tidak pernah merasa bersalah jika membuang sampah langsung ke sungai.

“Malah kita biasa-biasa saja saat tetangga kita, teman-teman kita membuang apapun ke sungai,” sambungnya.

Lebih lanjut Aher menjelaskan, untuk menangani Citarum bisa melakukan pendekatan struktural dan non struktural.

“Struktural adalah upaya menormalisasi sungai, menormalisasi irigasi, atau membuat IPAL,” tambahnya.

Sedangkan langkah non struktural contohnya yaitu penataan ruang, pengendalian erosi, pengendalian alih fungsi lahan, pengendalian perizinan lahan, pemetaan sungai, pembuatan kawasan lindung, dan peningkatan partisipasi masyarakat untuk konservasi Citarum.

loading...

Feeds

Politik Erdogan Bisa Jadi Inspirasi

Ilmu politik Recep Tayyip Erdogan bisa dijadikan pegangan bagi masyarakat muslim di Indonesia. Terlebih, sejauh ini Erdogan mampu mengembalikan …

Waspada Banjir, Diskar Siagakan 160 Petugas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Menghadapi musim penghujan, pasukan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung (Diskar PB) siagakan 160 orang personel berjaga …