Bagaimana Rasanya Bisa Masak untuk Presiden? Ini Pengakuan Chef Hikmat Dwi Darmawan

Chef Bidakara Grand Savoy Homann Hotel, Hikmat Dwi Darmawan

Chef Bidakara Grand Savoy Homann Hotel, Hikmat Dwi Darmawan

POJOKBANDUNG.com – Menjadi seorang chef di sebuah hotel berbintang bukanlah hal yang mudah, apalagi pada saat kedatangan tamu seorang presiden, sang chef harus lebih ekstra mengolah hidangan untuk disuguhkan kepada presiden.

Hal ini dirasakan betul oleh Chef Bidakara Grand Savoy Homann Hotel, Hikmat Dwi Darmawan. Chef Hikmat tidak sekali dua kali menyiapkan hidangan khusus untuk orang nomor satu di negeri ini.

Maklum, Hotel Savoy Homann setiap tahunnya dipakai para tamu untuk acara Konfrensi Asia Afrika.

“Karena kita udah sering kedatangan tamu penting seperti Presiden, jadi rasanya biasa aja. Tidak ada persiapan khusus, paling yang kita persiapkan menu-menu pilihan atau makanan kesukaannya,” tuturnya.

Himat mengatakan bahwa ia dan tim memperlakukan tamu penting sama dengannya pengunjung yang lain, karena apabila di bedakan akan mempengaruhi rasa yang dibuatnya.

“Perlakuannya sama, kita ratakan. Kenapa? karena kalo dibedain nanti rasanya jadi ga enak, bisa keasinan atau kemanisan, tidak akan pernah merasa pas karena ada tekanan, ” lanjutnya.

Pria kelahiran Bandung ini sudah pernah menyajikan hidangan untuk beberapa tamu penting, seperti Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tidak ada menu special untuk menyajikan makanan kepada mantan dan orang no satu di Indonesia tersebut.

“Kalau SBY, dia gak suka masakan yang terlalu asin, lebih sukanya manis. Jadi untuk dia, kami bikin yang tidak terlalu asin, lalu manisnya dilebihkan sedikit. Kalo Jokowi, dia alhamdulillah semua masuk, tidak neko-neko, tapi lebih suka ke makanan yang direbus, sampai cemilannya pun harus rebusan,” tuturnya

Menurutnya, menjadi seorang chef harus dituntut mengikuti permintaan klien. Jam berapa pun dan jenis makanan yang diinginkan, sebisa mungkin dipenuhi.

Setiap tamu penting seperti presiden, pasti akan membawa bodyguard yang mendampingi kemanapun pergi, sampai makanan pun harus lewat sang ajudan terlebih dahulu.

Chef Hikmat menceritakan, apabila ada kunjungan Presiden dan menginap di hotel, para ajudan sangat menjaga asupan apa saja yang masuk ke dalam perut Presiden.

“Presidennya gak repot, semua dimakan. Tapi ini ajudannya yang repot, harus dicobain dulu. Kadang mereka suka bawa orang dari dinas kesehatan untuk lihat apa aja nutrisi yang ada dimakanan tersebut,” ujar pria berusia 31 tahun ini.

Saat perayaan Konferensi Asia Afrika tahun 2014, para tamu penting menginap dan makan di hotel yang jaraknya tidak jauh dari Gedung Merdeka tersebut. Chef Hikmat tidak di izinkan untuk keluar dari Hotel, semua persiapan dan tempat istirahat di sediakan.
Namun, bagi pria yang sudah malang melintang 12 tahun menjadi juru masuk ini ada perasaan bangga saat masakannya disantap oleh tamu-tamu penting, disamping bagaimana repotnya mempersiapkan itu semua.

“Banggalah, walaupun kadang suka bingung kalo minta request makanan yang aneh-aneh, tapi saya senang. Karena, tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan itu,” tutupnya.

(cr2)

loading...

Feeds

Bank Muamalat Incar Nasabah Prioritas

BANDUNG –Bank Muamalat menggelar Customer Gathering di Bandung, pada Kamis, (13/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye gerakan #AyoHijrah, sekaligus mempererat …