Awas! Anak Sekolah Jadi Sasaran Empuk Peredaran Narkoba

Kepala BNN RI Komjen Pol Budi Waseso (keempat dari kiri) saat melakukan kegiatan tatap muka di Cimahi, Senin (15/1). Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Kepala BNN RI Komjen Pol Budi Waseso (keempat dari kiri) saat melakukan kegiatan tatap muka di Cimahi, Senin (15/1). Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Kota Cimahi darurat narkoba. Dari 613 ribu jiwa, 40 persen penduduk di Cimahi rentan akan penyalahgunaan narkoba.

Rata-rata, mereka yang rentan penyalahgunaan narkoba berada pada usia produktif dan masih berada di bangku sekolah.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna, mengatakan, dengan luas wilayah yang hanya 40,42 km², di tambah padatnya penduduk, sangat rentan terlibat dalam peredaran gelap serta penyalahgunaan narkoba.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba pada anak-anak sekolah, lanjut Ajay, perlu dilakukan sosialisasi yang berkesinambungan.

“Tentunya, generasi penerus bangsa harus dijaga. Jangan sampai mental mereka lemah karena terlibat dengan narkoba,” kata Ajay, usai tatap muka dengan Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso di Pusdikpom Cimahi, Jalan Baros, Senin (15/1) lalu.

Menurutnya, narkoba sangat membahayakan sebab yang dirusak tidak hanya fisik semata tapi, akan berimbas pada perilaku kesehariannya.

Sejauh ini, kata dia, penyalahgunaan narkoba banyak menyasar generasi produktif.

Jika dilihat berdasarkan data sepanjang 2011 hingga 2016, kasus penyalahgunaan narkoba yang diproses hukum oleh aparat di Kota Cimahi mencapai 146 kasus.

Kasus narkoba pada 2015 didominasi oleh ganja, 2016 didominasi kasus narkoba jenis sabu. Kasus paling banyak terjadi di Cibabat 31 kasus, di Melong 21 kasus dan di Cigugur 18 kasus.

“Ketiga daerah itu merupakan daerah padat penduduk,” ucapnya.

Ajay menambahkan, pada 2016 sebanyak 117 orang direhabilitasi di Kota Cimahi dan diluar Kota Cimahi mencapai 48 orang.

Selain itu, penyalahgunaan narkoba di Cimahi banyak terjadi di SMP dan SMA serta BNN Kota Cimahi banyak menemukan narkoba jenis baru.

Adapun narkoba jenis baru itu diantaranya, narkoba sintetis dan tembakau gorila dengan temuan usia pengguna termuda yakni anak yang masih duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar (SD).

“Saya harap, pengawasan terhadap narkoba terus ditingkatkan. Dibantu juga oleh peran masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, dalam menjalankan program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), akan membangun sinergitas dengan TNI untuk memberantas kasus narkotika khususnya di Kota Cimahi.

loading...

Feeds

Bank Muamalat Incar Nasabah Prioritas

BANDUNG –Bank Muamalat menggelar Customer Gathering di Bandung, pada Kamis, (13/12). Kegiatan ini merupakan rangkaian kampanye gerakan #AyoHijrah, sekaligus mempererat …