Bea Cukai dan Polrestabes Bandung Berhasil Selamatkan 39 Ribu Jiwa

Kepala Kanwil Bea Cukai jabar Saipullah Nasution (ketiga kanan), didampingi Kasat res Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Haryo tejo (Dasi Merah) dan jajaran pada siaran pers penggagalan penyelundupan ketamine Di Kantor Bea Cukai Jabar, Kota Bandung, Senin (15/1).
( Foto : Riana Setiawan)

Kepala Kanwil Bea Cukai jabar Saipullah Nasution (ketiga kanan), didampingi Kasat res Narkoba Polrestabes Bandung AKBP Haryo tejo (Dasi Merah) dan jajaran pada siaran pers penggagalan penyelundupan ketamine Di Kantor Bea Cukai Jabar, Kota Bandung, Senin (15/1). ( Foto : Riana Setiawan)

“Untuk memastikan kandungan atas serbuk tersebut, diambil sample dan dilakukan uji laboratorium di Balai Penelitian dan Identifikasi Barang (BPIB) Jakarta. Dari hasil uji laboratorium disimpulkan contoh uji merupakan ketamine,” ucap Syaifullah.


Menurut dia, dalam upaya pengembangan kasus, Bea Cukai Bandung bekerja sama dengan Polrestabes Bandung dengan melakukan control delivery. “Pelaksanaan control delivery dari Bandung menuju Jakarta dipimpin langsung oleh pikah Polrestabes Bandung,” tandas Syaifullah.

Dia menambahkan kerugian immaterial yang ditimbulkan sebagai dampak negatif penyalahgunaan NPP apabila ketamine tersebut lolos, dengan asumsi setiap 1 gram ketamine dapat menghasilkan 20 butir ekstasi. Maka jumlah jiwa yang berhasil diselamatkan kurang lebih 39.400 jiwa.

Atas perbuatannya pelaku diancam Pasal 102 huruf 9 Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan Undang-undang nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan, dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun serta pidana denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

Juga, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 197 Undang-undang nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman berupa pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Perlu diketahui, ketamine adalah senyawa sintetik yang biasanya digunakan sebagai obat anastetik baik pada hewan maupun manusia, bersifat halusinogen dan merupakan salah satu bahan baku ekstasi.

(nif)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …