Peringati Deklarasi Djuanda, Warga Bandung Gelar Fesival Perahu di Selokan

Perahu Kolotok melaju di selokan pada gelaran Bandung Parahu Kolotok Festival di kawasan Lio Genteng, Astanaanyar, Kota Bandung, Minggu (14/1). Kegiatan yang diinisiasi oleh Sakola Ra

Perahu Kolotok melaju di selokan pada gelaran Bandung Parahu Kolotok Festival di kawasan Lio Genteng, Astanaanyar, Kota Bandung, Minggu (14/1). Kegiatan yang diinisiasi oleh Sakola Ra"jat Iboe Inggit tersebut dalam rangka memperingati hari lahir pencetus kedaulatan wilayah kelautan nusantara Ir. H Djuanda Kartawidjaja ke 107. Foto: Riana Setiawan/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sakola Ra’jat (SR) Iboe Inggit menggelar sebuah kegiatan bernama Bandung Perahu Kolotok Fesival, Minggu (14/1). Festival ini digelar bertepatan dengan peringatan hari lahir Ir. H. Juanda (ejaan lama Djoeanda) yang ke-107.


Sebuah permainan anak tempo dulu yaitu perahu kolotok menjadi sumber inspirasi pada kegiatan Bandung Perahu Kolotok Festival tersebut.

Permainan perahu kolotok yang terbuat dari bahan alumunium atau seng, berbentuk kapal perang angkatan laut Indonesia dengan bendera merah putih di belakangnya.

Panitia Penyelenggara Bandung Festival Kolotok Festival, Gatot Gunawan mengatakan, acara ini menjadi sebuah media atau alat untuk mengenalkan kembali sosok dan peran Ir. H. Djuanda yang telah menjadikan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia kepada generasi muda khususnya anak-anak.

Ia menambahkan permainan perahu kolotok menyimbolkan wilayah laut Indonesia yang luas ini harus dijaga keutuhannya serta dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat.

Perahu Kolotok melaju di selokan pada gelaran Bandung Parahu Kolotok Festival di kawasan Lio Genteng, Astanaanyar, Kota Bandung, Minggu (14/1). Kegiatan yang diinisiasi oleh Sakola Ra”jat Iboe Inggit tersebut dalam rangka memperingati hari lahir pencetus kedaulatan wilayah kelautan nusantara Ir. H Djuanda Kartawidjaja ke 107. Foto: Riana Setiawan/Radar Bandung

“Sesuai dengan amanat dan semangat Deklarasi Djuanda,” ujarnya saat diwawancarai oleh Radar Bandung (grup pojokbandung.com) di Aula SR Iboe Inggit Garnasih, Jalan Lio Genteng, Astanaanyar, Bandung.

Ia menyebutkan, yang menjadi keunikan dalam kegiatan Bandung Perahu Kolotok Festival adalah, para peserta festival merakit sendiri perahu kolotok mereka sesuai kreativitas dan imjanasinya.

“Ada yang buat sendiri, ada yang dimodif, ada yang beli juga karena gagal buat sendiri,” ungkapnya.

Ada pun nilai-nilai positif yang terdapat pada kegiatan Bandung Perahu Kolotok Festival ini selain mengenalkan sejarah kepada masyarakat khususnya anak-anak, namun juga untuk meningkatkan kembali semangat gotong royong antar warga.

Lanjutnya, melalui kegiatan ini dapat menjaga permainan tradisional tempo dulu supaya tidak hilang atau punah dengan mengikuti perkembangan zaman.

Lebih dari itu, festival diharapkan membangun kesadaran warga untu turut melestarikan dan menjaga kebershian lingkungannya.

Melalui semangat Deklarasi Djuanda, masyarakat disadarkan akan pentingnya menjaga kebersihan sungai disekitar Jalan Lio Genteng tersebut.

Puncak kegiatan Bandung Perahu Kolotok Festival ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari lahir Ir. H. Juanda yang ke-107 tahun pada hari Minggu, 14 Januari 2018, di aliran sungai Cikakak, Jalan Lio Genteng, RW. 05, Kel. Nyengseret, Kec. Astanaanyar, Bandung.

Kegiatan Bandung Perahu Kolotok Festival dimulai pukul 10.00 WIB dengan gelaran pawai perahu kolotok bersama kurang lebih 40 siswa-siswi pelajar di SR Iboe Inggit Garnasih dan diikuti pula oleh kurang lebih 15 orang warga Lio Genteng yang terlibat dalam acara ini.

Rute pawai perahu kolotok melalui Jalan Lio Genteng – Jalan Astanaanyar – Jalan Ibu Inggit Garnasih – Jalan Siti Munigar – Jalan Wiria – Jl. Otto Iskandardinata – Jalan Astanaanyar dan berakhir di Aula RW. 05 Jalan Lio Genteng.

Rombongan pawai perahu kolotok beralangsung meriah dengan iring-iringan musik saat perjalanan pawai beralangsung, sejumlah peserta terlihat membawa poster dan foto dari Ir. H. Djuanda, dan ada juga sebuah miniatur kapal perang Angkatan Laut Indonesia berukuran panjang kurang lebih 3 meter dengan lebar kurang lebih 2 meter dan tinggi kurang lebih 2 meter.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …