Waduh, Mario Gomez Pusing Cari Lapang untuk Latihan Persib

Skuat Persib bandung berlatih di Lapangan Sesko AD. Lapang tersebut dinilai tidak layak untuk latihan sekelas Persib oleh Maraio Gomez. FOTO: FERRY PRAKOSA/RADAR BANDUNG

Skuat Persib bandung berlatih di Lapangan Sesko AD. Lapang tersebut dinilai tidak layak untuk latihan sekelas Persib oleh Maraio Gomez. FOTO: FERRY PRAKOSA/RADAR BANDUNG

POJOKBANDUNG.com, PERSIB – Kondisi lapang yang tidak ideal menjadi salah satu fasilitas yang dikeluhkan pelatih Persib Mario Gomez.


Sejak awal dilatih Gomez, kendala lapang langsung mencuat. Sebab, di Bandung tidak ada lapangan dengan kualitas istimewa untuk dipakai latihan.

Untuk lapangan rumput, lebih banyak yang permukaannya tidak rata dan rumputnya tidak berkualitas tinggi.

Sementara untuk lapangan sintetis, cukup banyak pilihan yang bisa dipakai Persib. Tapi, lapangan sintetis dinilai tidak cocok untuk berlatih secara intens.

Selain itu, para pemain juga mengeluhkan berlatih di lapangan sintetis. Sebab, pemain menjadi rawan cedera.

“Gambarannya kita mengacu ke musim lalu, di putaran kedua kita selalu menggunakan Lapangan Lodaya untuk latihan. Memang pemain banyak yang mengeluh (berlatih di lapangan sintetis), tapi kita enggak bisa gimana-gimana,” ujar asisten pelatih Yaya Sunarya.

Di putaran kedua musim lalu, Persib juga dihadapkan pada persoalan sama, yaitu sulitnya mencari lapangan latihan yang representatif. Kini, masalah serupa kembali terulang.

Hal itu yang membuat Mario Gomez pada Desember lalu memboyong tim ke Yogyakarta untuk melakukan pemusatan latihan. Tujuannya agar Gomez bisa menerapkan pola latihan sesuai keinginannya.

“Salah satu tujuan ke Yogya, selain untuk menaikkan kondisi fisik, di sana juga diuntungkan, salah satunya ada lapangan (yang berkualitas),” ungkap Yaya.

Kini, setelah kembali ke Bandung, para pemain Persib diupayakan dikurangi intensitas berlatih di lapangan dengan rumput sintetis.

“Coach ingin prioritasnya kita latihan di rumput normal,” ucapnya.

Meski kesulitan mencari lapangan representatif dengan rumput biasa, Persib akhirnya harus pasrah dengan kondisi lapangan ‘seadanya’.

Salah satu cara menyiasatinya adalah tim pelatih menyusun program latihan yang disesuaikan dengan tempat latihan.

Sebab, Persib selama ini sering berpindah-pindah lokasi latihan dikarenakan tidak memiliki lapangan sendiri. Lapangan yang ingin dipakai justru kadang dipakai pengelola untuk kegiatan lain.

(pra)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …