Dinsos Cimahi Bantah Program Keluarga Harapan Tidak Tepat Sasaran

Lingkungan Perkantoran Pemkot Cimahi. (ist)

Lingkungan Perkantoran Pemkot Cimahi. (ist)

POJOKBANDUNG.com – Laporan warga terkait tidak tepatnya sasaran penerima Program Keluarga Harapan (PKH), di Kelurahan Cibeureum beberapa waktu lalu dianggap tidak benar.

Sebelumnya, sejumlah warga RW 20 Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi datang ke kantor DPRD Cimahi Jalan Djulaeha Karmita, meminta Ketua DPRD Cimahi Achmad Gunawan untuk memberikan solusi tidak meratanya pembagian PKH.

Akan tetapi, setelah pihak Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, melakukan pengecekan ke lokasi, pernyataan warga tidak sesuai dengan apa yang dilaporkan ke DPRD Cimahi.

Dari hasil survei di lapangan oleh Dinsos, semua penerima sudah melalui verifikasi dan validasi data sehingga dipastikan berhak menerima bantuan tersebut.

Kabid Sosial Dinsos P2KBP3A Kota Cimahi Agustus Fajar, mengatakan, pemeriksaan data di lapangan, penerima PKH memenuhi syarat mendapat bantuan sesuai aturan.

“Keberadaan PKH yang dilaporkan sudah wafat itu teryata tidak benar,” kata Agustus, kemarin.

Penerima PKH di RW 20 Cibeureum yang dianggap tidak layak menerima, lanjut dia, ada 4 orang. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan data yang dilaksanakan oleh pendamping sosial dari Dinsos, ke empat orang tersebut memiliki PKH aktif.

“Awalnya yang dilaporkan salah satunya ada orang sudah meninggal dunia tapi masih kebagian PKH. Di lapangan penerima PKH memiliki komponen PKH aktif (SMA, SD dan Balita) dan masih hidup,” ungkapnya.

Skema bantuan PKH dalam bentuk bantuan pangan non tunai (BPNT), kata dia, tidak dilakukan secara sembunyi-sembunyi atau bahkan, memilih milih penerimanya.

“Setiap KPM sudah memiliki KKS (ATM kartu Kombo) untuk pengambilan bantuan langsung dilakukan oleh penerima manfaat ke ATM atau agen bank terdekat,” katanya.

Dalam hal ini, sebut dia, pihaknya berupaya mengkonfirmasi kepada pihak yang mengatasnamakan warga yang melapor ke DPRD Kota Cimahi bernama Ita Novita (41 Tahun).

“Kami berusaha melakukan konfirmasi dan kkarifikasi. Tapi yang bersangkutan saat ini sedang di luar kota. Setelah dilakukan home visit kepada teman pelapor, ternyata yang dimaksud PKH oleh pelapor adalah yang mendapatkan beras saja. Jadi kemungkinan KPM BPNT non-PKH, bukan penerima PKH,” ungkapnya.

Sementara terkait pemutakhiran data, sambung dia, pihaknya tidak menyalahkan pihak kelurahan dalam melakukan pendataan. Sebab, kelurahan telah melakukan pendataan dengan benar.

“Diharapkan klarifikasi ini bisa diterima oleh pihak dewan karena sudah dilakukan klarifikasi ke lapangan,” ujarnya. Tandasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Lewat Dunia Games, Telkomsel Gelar Liga ESport

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Telkomsel melalui Dunia Games menggelar Liga eSport sebagai rangkaian kompetisi di Indonesia Games Championship (IGC) 2019. Liga eSport …