Kurang Pasokan, Harga Ayam Melambung sampai Segini

Pedagang ayam di pasar tradisional Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Pedagang ayam di pasar tradisional Cimahi. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com – Pasokan daging ayam di Pasar Atas Barokah (PAB) Kota Cimahi sempat hilang. Dengan tidak adanya pasokan beberapa waktu lalu, saat ini pedagang daging ayam di pasar tersebut mengurangi jumlah penjualannya.

Salah seorang penjual daging ayam di Pasar Atas, Neni (46) mengaku khawatir karena tidak ada kiriman daging ayam. Sehingga ia pun harus pulang lebih awal dari hari biasanya.

“Saya hanya jual 10 sampai 20 kilogram saja. Biasanya saya jual satu hari tiga kuintal,” ucapnya.

Kata dia, tidak adanya pasokan daging ayam ke pasar atas terjadi sejak tanggal 31 Desember 2017. Bahkan hingga saat ini jumlah pasokan tidak stabil. Selain minim pasokan, harga daging ayam pun terus meningkat.

Sejak dua pekan kebelakang, harga daging ayam naik hingga tiga kali. Awalnya harga daging Rp 28 ribu perkilogram. Berikutnya naik menjadai Rp 38 ribu. Sementara untuk minggu ini, harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu perkilogramnya.

“Sebenarnya berat juga sih ngejualnya, tapi gimana lagi. Dari bandarnya juga udah naik,” katanya.

Sama halnya dengan di PAB, harga daging ayam di Pasar Tradisional Cimindi di angka Rp 40 ribu. Namun harga tersebut sudah naik terlebih dahulu sejak menjelang libur tahun baru.

“Kalau naik harga mah sama aja, semuanya rata. Yang jadi masalah itu adalah pasokannya. Permintaan melonjak, pasokan berkurang. Kasihan juga konsumen,” ujar Yati (39) pedagang pasar Cimindi di Jalan Mahar Martanegara, kemarin.

Lonjakan harga daging ayam ini, sudah lebih dari 10 persen. Oleh karena itu, sebelum harganya terus meningkat, pihak pengelola pasar pun akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait (Dinas Perindustrian Perdagangan dan koperasi) kota Cimahi.

“Kita akan koordinasikan dengan pihak terkait. Apabila lonjakan harganya tidak bisa dikendalikan maka, jelas akan dilakukan operasi pasar murah untuk, memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucap Kepala Pengelola Pasar Cimindi, Andri Gunawan, kemarin.

Menurutnya, sejauh ini kenaikan harga di pasar tradisional dipicu oleh gagal ternak yang berpengaruh pada jumlah pasokan. Terlebih, kebutuhan masyarakat akan daging ayam cukup tinggi.

Kendati demikian, untuk stok daging ayam di Pasar Cimindi hingga saat ini masih mencukupi kebutuhan konsumen.

“Untuk stok masih aman. Mudah-mudahan harga daging ayam ini secepatnya normal kembali,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

DJP Jabar I Genjot Pajak UMKM Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG–Potensi raihan pajak dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sangat luar biasa besar. Terlebih dengan kebijakan penurunan …

Lewat Dunia Games, Telkomsel Gelar Liga ESport

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA– Telkomsel melalui Dunia Games menggelar Liga eSport sebagai rangkaian kompetisi di Indonesia Games Championship (IGC) 2019. Liga eSport …