Ridwan Kamil Bertemu dengan PDIP Pusat. Ada Apakah?

Cagub Jabar Ridwan Kamil saat berkunjung ke markas DPP PDIP di Menteng. (Miftahul Hayat/JawaPos)

Cagub Jabar Ridwan Kamil saat berkunjung ke markas DPP PDIP di Menteng. (Miftahul Hayat/JawaPos)

 


POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ridwan Kamil menggelar pertemuan dengan pengurus DPP PDIP di Jakarta, Rabu (3/1/2017). Selain silaturahmi, hal itu juga sebagai upaya untuk mendapatkan tambahan dukungan di Pilgub Jabar.

Seperti diketahui, pria yang akrab disapa Emil ini sudah mendapatkan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan yang terbaru dari Hanura.

Usai pertemuan, Emil mengaku tujuan pertemuan itu untuk meminta masukan bagaimana membangun Jawa Barat lebih baik. Ia pun tak menampik bahwa tujuan lain adalah mendapatkan tambahan dukungan dari partai berlambang banteng.

“Sebagai manusia silaturahmi itu sangat mulia. Saya berinisiatif menyambung silaturahmi. Kan ibu saya selalu menasihati, lebih baik banyak dukungan dari pada sedikit dukungan,” kata Emil seperti dilansir JawaPos.com di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu (3/1/2018).

Dalam pertemuan tersebut tidak membahas mengenai calon pendampingnya di Jawa Barat bila PDIP resmi mengusungnya.

Namun demikian dia mengapresiasi PDIP yang memiliki kader-kader potensial seperti TB Hasanuddin, Puti Guntur Soekarnoputri, dan Rieke Dyah Pitaloka.

“Saya tidak membahas sedikit pun,” katanya.

Sementara itu, pakar politik dan pemerintahan Universitas Padjadjaran (Unpad), Firman Manan mengatakan, pertemuan itu membuat PDIP berpeluang besar mengusung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018.

Jika terealisasi, maka kekuatan Ridwan Kamil akan bertambah. Hanya saja, bukan berarti Ridwan Kamin akan mudah memenagkan kontestasi.

“Dari dulu PDIP sebenarnya ingin mengusung Ridwan Kamil, meski dalam perjalanannya terganjal persoalan komunikasi. Tapi, tambahan dukungan dari PDIP itu tetap berisiko,” kata Firman Manan.

Menurutnya, PDIP mempunyai catatan tak gemilang dalam pemilihan kepala daerah di Jabar. Di penyelenggaraan Pilgub Jabar 2008 dan Pilgub Jabar 2013 mereka kalah. Tak hanya itu, di Pilpres 2014 lalu pun raihan suaranya tidak meyakinkan.

“Fenomena tersebut membuktikan bahwa dukungan publik Jabar kepada PDIP bermasalah,” ucapnya.

Firman menjelaskan, tipologi masyarakat Jabar adalah religious. Banyak kalangan Islam konservatif yang menilai PDIP anti-Islam pasca-Pilkada DKI tahun lalu.

Apalagi, isu itu kini menguat karena romantisme Pilgub DKI Jakarta akan diulang Gerindra dan PKS yang telah sepakat mengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu.

PDIP tidak mempunyai sosok ideal yang dapat disodorkan PDIP untuk bisa menangkal dan mengubah persepsi publik.

“PDIP tentu akan menyodorkan figur cawagub jika jadi mengusung Ridwan Kamil. Tapi, figur ideal itu tidak dimiliki PDIP. Tidak ada calon PDIP dengan background religius,” tegasnya.

Kader PDIP, Puti Soekarnoputri merupakan nama yang paling layak sebagai calon pendamping Ridwan Kamil. Tapi, kemunculannya pun bisa memantik perdebatan karena adanya diferensiasi di kalangan Islam konservatif yang masih menilai sensitif soal kepemimpinan perempuan.

(bbb/Radar Bandung)

Loading...

loading...

Feeds

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …