Di Tangan 2.000 Petugas TPD Inilah Berhasil atau Tidaknya Program KB dan Kependudukan

2.000 anggota TPD se-Provinsi Jawa Barat, di GOR Arcamanik, Kota Bandung

2.000 anggota TPD se-Provinsi Jawa Barat, di GOR Arcamanik, Kota Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketika program Keluarga Berencana (KB) digulirkan, ternyata para petugas Tenaga Penggerak Desa (TPD)-lah yang menjadi ujung tombak keberhasilan program tersebut.


Peran mereka sangatlah vital di lapangan, mengingat di tangan TPD inilah setiap anggota masyarakat usia produktif harus digugah kesadarannya untuk mengikuti program tersebut.

KB sendiri bukan sekedar menjalankan misi pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga menciptakan keluarga yang sehat lahir batin secara individu maupun sosial dan sejahtera.

Namun pemerintah sendiri belum  bisa membalas jasa para relawan ini dengan angka ideal, di mana rata-rata per bulan setiap anggota TPD hanya dibayar sekitar Rp 1juta.

Sedangkan tugas mereka tak pernah berhenti setiap hari, bahkan para petugas di daerah tertentu harus melintasi hutan dan gunung untuk menjangkau warga yang tinggal di pelosok-pelosok perkampungan.

Jangan sampai semangat kemanusiaan mereka kendur, Motivator Hamry Gusman Zakaria memotivasi sekitar 2.000 anggota TPD se-Provinsi Jawa Barat, di GOR Arcamanik, Kota Bandung, Rabu (21/12/17).

Motivasi diberikan pada kegiatan Temu Kerja TPD Kelurahan/Desa, yang dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan serta dihadiri Kepala BKKBN Perwakilan Jabar Sukaryo Teguh Santoso.

“Motivasi yang saya berikan bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kemandirian tenaga lapangan keluarga berencana. Sebab, para petugas TPD ini menjadi garda terdepan pemerintah dalam menyukseskan program kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK),” papar Hamry Gusman, di sela kegiatan tersebut.

Melalui materi motivasi yang disampaikan, tutur motivator yang menulis buku “5 Pilar Revolusi Mental” ini, semangat juang mereka untuk membangun kesejahteraan masyarakat, dibangun hingga titik kesadaran.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak lagi pejuang-pejuang keluarga tangguh seperti anggota TPD Jawa Barat ini.

“Mereka itu pejuang keluarga, merekalah yang selama ini membina lebih dari 46 juta warga Jawa Barat. Semangat ini yang harus terus dijaga, terus dimotivasi. Dan motivasi yang diberikan sempat membuat para peserta menitikkan air mata dalam sesi renungan. Lalu mereka mengucapkan “Deklarasi Pejuang Keluarga” yang diikuti secara serentak oleh seluruh peserta,” papar Hamry.

Dengan motivasi, lanjut dia, para petugas TPD harus  mampu fokus pada solusi permasalahan terkait program KKBPK, bukan fokus pada masalah pribadi. Fokus yang dimaksud, adalah meningkatkan harkat dan martabat masyarakat Jawa Barat.

“Jadi, jangan fokus pada kekurangan, honor yang kecil, ekonomi yang kurang, atau segala keterbatasannya,” tegas Hamry.

Anggota TPD yang ditugaskan di dua desa di Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu, Suhaeti mengaku bangga menjadi petugas TPD. Ia pun mengaku senang menyimak penuturan yang berisi motivasi dari Hamry Gusman.

“Ya, senang. Di tengah beratnya beban yang ditanggung, kami diberikan pencerahan terhadap perjuangan yang kami lakukan,” ungkap wanita setengah baya ini.

Suhaeti mengaku, dirinya mengabdikan diri kepada masyarakat sejak tahun 2007 lalu di kantor desanya, Desa Kroya.

Namun mengemban tugas sebagai anggota TPD, dilakukan sejak tujuh tahun lalu dengan kewajiban memberikan pendampingan bagi masyarakat di dua desa, yakni Desa Kroya dan Desa Sukamelang.

“Kalau cari akseptor itu saya kadang harus keluar masuk hutan. Karena jaraknya kejauhan, saya sampai kemalaman di jalan. Desa saya kan di wilayah perbatasan Indramayu-Sumedang,” ungkapnya.

Meski honor yang diterimanya tak lebih dari 1 juta perbulan, lanjut dia, namun dirinya tetap menikmati tugas kemanusiaan tersebut. Ia berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya program KB demi kehidupan yang lebih baik.

“Kita juga berharap, pemerintah lebih memperhatikan nasib kita, honor kita. Saya kerja pakai motor butut (jelek), uang bensinya pun diambil dari honor yang kita terima. Kita berharap pemerintah meningkatkan perhatiannya kepada kita sebagai petugas lapangan,” harap Suhaeti.

(atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds