Belum Sempurna, Tol Soroja Masih Uji Coba

Jalan Tol Soreang - Pasirkoja (Soroja) di Kutawaringin, Kab Bandung, Selasa (14/11). Foto: Riana Setiawan

Jalan Tol Soreang - Pasirkoja (Soroja) di Kutawaringin, Kab Bandung, Selasa (14/11). Foto: Riana Setiawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Konektivitas antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Soreang-Pasirkoja (Soroja), Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi), dan Cikopo-Palimanan (Cipali) belumlah tuntas. Pasca peresmian oleh Presiden Joko Widodo 4 Desember lalu, tol Soroja tidak bisa seketika dibuka untuk umum.


Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan, sekalipun tarif resmi Tol Soroja sudah didapat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per 8 Desember, jalan tol tersebut belum bisa dioperasikan secara penuh.

“Jadi di luar perkiraan direksi PT Citra Marga Lintas Jabar yang menyangkut konektifitas sistem dengan Tol Cipali dan Padaleunyi ke Soroja, masih disimulasikan dan diharapkan bisa selesai cepat dari Padaleunyi termasuk Cipali itu sistemnya sedang disinkronkan,” kata Iwa, di Bandung, Jumat (22/12/2017).

Tiga BUJT tersebut, lanjut dia, tengah membahas akuntabilitas pendapatan masing-masing pihak dari elektronik tol. Proses ini, berdasarkan laporan PT CMLJ, membutuhkan waktu karena validasinya harus teruji. Pembagian pendapatan tiga operator ini diharapkan tuntas pekan ini.

Jika perkara ini selesai, maka operator tol Soroja bisa langsung menerapkan tarif yang sudah ditetapkan oleh Kementerian PUPR. Tarif tol dalam kota ini akan menerapkan sistem satu harga jauh dekat dengan rincian untuk

  • golongan I Rp 7.000
  • golongan II Rp 10.500
  • golongan III Rp 14.000
  • golongan IV Rp17.500
  • golongan V Rp 21.000.

Selain urusan konektivitas tarif dan pendapatan operator, kata Iwa, pihaknya juga tengah menunggu penuntasan ujicoba sistem di pintu tol Kutawaringin Barat dan Timur. PT CMLJ menargetkan ujicoba tersebut tuntas akhir pekan ini agar masyarakat pengguna bisa mengakses jalan tol.

“Kutawaringin ditargetkan Sabtu malam atau Minggu selesai,” katanya.

Untuk menampung kendaraan di libur Natal dan Tahun Baru 2018, menurutnya tol ini bisa digunakan untuk umum.

Sampai saat ini pihaknya belum mendapat laporan berapa jumlah kendaraan yang melintas saat uji coba karena belum dipantau secara elektronik bagi 3 pemegang konsensi.

“Kalau sistem itu sudah selesai maka tarif diberlakukan berapa per jam lalu lintas kendaraan,” pungkas Iwa.

(Atp/PojokBandung)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …