Menjadi Ibu Itu Bukan Dosa

Rizty Agralina (kanan) bersama para penggiat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sumedang, dalam peringatan Hari Aids se-Dunia, Jumat (1/12). FOTO: KURNIAWAN/RADAR BANDUNG

Rizty Agralina (kanan) bersama para penggiat Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sumedang, dalam peringatan Hari Aids se-Dunia, Jumat (1/12). FOTO: KURNIAWAN/RADAR BANDUNG

RIZTY menjadi ibu asuh bagi Asep, pengidap HIV/Aids. Keberadaan bocah itu membuatnya mampu memahami makna kesedihan dalam koridor nasib dan kuasa Tuhan.


==============================

Kurniawan Abdurahman, Bandung

==============================

TERIK matahari tak menyurutkan langkahnya melewati jalan desa berbatu. Berkali-kali ia menyeka keringat di kening, sebelum tiba di sebuah rumah semi permanen. Seorang anak laki-laki menyambutnya, mencium kedua tangannya. Dia balik mendekap, lalu menyapa anak itu, layaknya seorang ibu.

Rumah itu berada sekitar dua kilometer arah timur kawasan Bendungan Jatigede Kabupaten Sumedang. Anak laki-laki itu sebut saja Asep (bukan nama sebenarnya), jadi alasan penting mengapa Rizty Agralina, janda berusia 39 tahun, rela menempuh puluhan kilometer jarak dari rumahnya di kawasan Cileunyi Kabupaten Bandung.  Anak itu, telah divonis  positif mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV).

“Tuhan mempertemukan kami dalam warna kesedihan yang hampir sama, dan nurani tergerak begitu saja, spontan mendekapnya, menjadi ibu baginya,” kata Rizty.

Asep telah sebatangkara. Ibunya yang wafat karena sakit. Beberapa bulan setelah itu, bapaknya pun meninggal dunia. Kedua orang tua Asep telah lama mengidap AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome), penyakit yang dalam stigma sebagian orang adalah penyakit kutukan yang menjijikan.

Perjalanan menuju rumah Asep di pelosok Kabupaten Sumedang. FOTO: KURNIAWAN/RADAR BANDUNG

Kini Asep tinggal bersama keluarga ibunya, yang mungkin tidak paham dengan penderitaannya. Statusnya sebagai pengidap HIV dan keberadaan dia di pelosok ‘Kota Tahu’ itu terdeteksi oleh Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Sumedang.

“Suatu hari aku bertemu dengan Tita, teman semasa SMA. Dari dia aku tahu soal Asep. Dan entah mengapa, tiba-tiba hatiku bergetar, sedih, terharu, dan entahlah sulit ngomongnya harus gimana,” kata Rizty.

Dokter hewan lulusan Institut Pertanian Bogor itu  kemudian bertutur, masalah dan kesedihan hidupnya selama ini telah membuat jiwanya kering. Dia kehilangan anak semata wayangnya yang wafat di usia dua tahun. Tak lama setelah itu, dia pun bercerai dengan suaminya.  Kecuali sedikit teman dekat dan kolega yang menghiburnya, dia sendirian merasakan dan melewati kepedihan terhebat itu, hingga hatinya membatu.

Bila kesepian datang, traveling dan mendaki gunung jadi pilihan. Bila rasa rindu pada sang buah hati menghampiri, dipecahkannya menjadi air mata, lalu menyibukkan diri dengan pekerjaan. Namun semua dirasakannya hampa, tak berarti. Hanya menghindar, tak menjawab tuntutan hati.

“Sampai aku mendengar soal Asep, mengunjunginya, dan jujur aku sampai nangis memeluk Asep. Aku merasa kesedihan Asep adalah kesedihanku, saat itulah aku bilang jadi ibu asuh dia,” tuturnya.

Sejak saat itu Rizty mengaku merasa seperti ada dalam suasana pagi yang cerah. Bangun dengan gairah positif dan bergelora. Semangat hidup yang hilang selama ini entah ke mana, dirasakannya kembali. Dia mencoba memahami dan meyakini makna dan rasa kepedihan, dalam koridor nasib dan takdir Tuhan.

“Aku janda. Hidup sendiri, merasa mapan, tak ada beban, hidup berlangsung, dan waktu berlalu begitu saja. Tapi ternyata banyak hal yang bisa aku lakukan untuk bisa menjadi lebih berarti. Aku merasa, Tuhan membimbingku bertemu Asep,” ujarnya, sambil menyeka linangan air mata.

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …