Pemprov Jabar Targetkan Perda Pedoman Perlindungan dan Pemberdayaan Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada acara Pembukaan Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, di Gedung Sate

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar pada acara Pembukaan Sosialisasi Undang-undang Nomor 7 Tahun 2016 tentang Pelindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, di Gedung Sate

Disamping itu, Deddy menyebut pihaknya juga pro-aktif menjemput bola dengan menempatkan mobil unit pelayanan di sentra-sentra nelayan secara terjadwal, yang diperkuat dengan penerapan sistem perizinan online sehingga para nelayan yang akan mengurus SIUP/SIPI bisa mendapatkan pelayanan secara lebih mudah dan lebih cepat.


Sementara itu, terkait dengan asuransi nelayan, Deddy menyebutkan bahwa dari jumlah nelayan yang tercatat sebanyak 100.485 orang, baru 57.915 orang atau sekitar 57,63% yang telah memiliki kartu nelayan, dengan jumlah Polis Asuransi yang terbit tahun 2016 sebanyak 35.074, dan pada tahun 2017 dari target sebanyak 17.550 telah terbit 12.325 Polis.

Dalam hal klaim asuransi, pada tahun 2016 s.d 2017 terdapat 158 klaim, terdiri dari 120 meninggal alami, 6 meninggal kecelakaan di laut, 16 kecelakaan di laut/darat, dan 16 pengobatan karena sakit.

“Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada para pihak terkait yang telah memberikan pelayanan yang baik dan cepat terhadap klaim asuransi nelayan,” katanya.

Adapun terkait program Sertifikat Hak atas Tanah (SeHAT) Nelayan, sampai dengan tahun 2016 telah terbit 7.784 sertipikat dan pada tahun 2017 ditargetkan 1000 sertipikat. Dari SeHAT Nelayan tersebut telah dimanfaatkan untuk akses permodalan sebanyak 667 bidang dengan nilai 16,951 miliar rupiah.

Selain perikanan tangkap, Deddy menyebutkan bahwa Jawa Barat juga memiliki potensi perikanan budidaya sangat besar dengan total luas 125.273 Ha, terdiri dari kolam, tambak, karamba jaring apung (KJA), mina padi, dan budidaya laut, dengan jumlah pembudidaya ikan sebanyak 506.756 orang.

Pun produksi perikanan budidaya di Jawa Barat pada tahun 2016 tercatat sebanyak 1,12 Juta Ton atau naik sekitar 4,56% dari produksi tahun 2015, serta memberikan kontribusi sekitar 28% terhadap produksi ikan air tawar nasional.

Jawa Barat juga menempatkan diri sebagai sentra benih nasional, karena mampu menyediakan 33% dari kebutuhan benih ikan air tawar nasional.

Tak sampai disitu, dalam upaya meningkatkan produktivitas, Deddy pun menyebut pihaknya telah berupaya melakukan perbaikan genetik dan pemuliaan terhadap beberapa jenis varietas induk ikan, antara lain yang telah dirilis yaitu ikan Nila Nirwana dan ikan Mas Marwana, serta yang sedang dalam proses yaitu pemuliaan ikan Gurame Galunggung, Patin, dan domestikasi ikan Kancra.

Berikutnya, Jawa Barat juga memiliki potensi Garam yang cukup besar. Beberapa daerah yang menjadi sentra produksi yaitu Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Karawang dengan total luas lahan 5.749 Ha, termasuk yang sudah menggunakan teknologi Geomembran seluas 1.762 Ha.

Ada pun jumlah petambak garam rakyat kurang lebih sebanyak 4.734 orang, yang tergabung dalam 468 Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR).

Namun demikian, produksi garam di Jawa Barat masih mengalami fluktuasi. Pada tahun 2015 tercatat produksi sebesar 890.103 ton, sedangkan pada tahun 2016 mengalami penurunan menjadi 3.847 ton, kemudian meningkat lagi menjadi 227.084 ton sampai dengan bulan Oktober 2017.

“Oleh sebab itu, kedepan kita harapkan ada teknologi yang lebih canggih dan tepat guna, sehingga kita bisa mewujudkan swasembada garam sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petambak garam,” harap Deddy.

(mun)

Loading...

loading...

Feeds