Tim Gabungan Pemkot Cimahi Temukan Produk Makanan yang Komposisinya Mencurigakan

Tim gabungan Pemkot Cimahi saat melakukan sidak di salah satu toko modern di Jalan Amir Machmud, Rabu (13/12/2017). Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Tim gabungan Pemkot Cimahi saat melakukan sidak di salah satu toko modern di Jalan Amir Machmud, Rabu (13/12/2017). Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Produk bahan pangan segar (basah) yang ada di sejumlah toko dan ritel modern di Kota Cimahi tidak sesuai dengan Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT).

Temuan itu diketahui setelah Tim Gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah toko modern di Cimahi.

Tim gabungan terdiri dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin), Dinas Kesehatan, Dinas Pol PP dan Damkar, serta unsur kepolisian.

Sementara itu, lokasi sidak di antaranya Yogya Store Cimahi dan Superindo di Jalan Jenderal Amir Mahmud.

Saat itu petugas melakukan pengecekan label produk, bahan pangan segar, hingga memeriksa produk elektronik yang dipasarkan. Dari hasil pemeriksaan, hampir semua produk seperti tahu, cingcau, bakso dan beberapa produk keringan tidak sesuai PIRT-nya.

Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Agus Nirwan, mengatakan, sidak tersebut dilakukan untuk memantau sejauh mana ketersediaan pangan yang ada di Kota Cimahi serta penerapan Permendag No. 73/2015.

“Ketidaksesuaian diketahui di dalam nomor pendaftaran PIRT yang masih menggunakan versi lama yakni, 12 digit kode. Sementara, sejak tahun 2012 produksi rumahan wajib mencantumkan nomor pendaftaran PIRT versi terbaru berjumlah 15 digit kode angka,” terang Agus kemarin.

Selain nomor pendaftaran PIRT, pihaknya juga menemukan komposisi kandungan dalam makanan yang tidak sesuai dengan jenis PIRT yang digunakan.

“Contohnya, ada produk keripik jagung tapi dalam komposisinya tidak ada bahan dari jagung, malah yang ada bahan dari tepung. Kita tadi hanya ambil sample di toko modern, nanti akan dilakukan lagi sidak secara bertahap,” katanya.

Untuk produk pangan segar, menurut dia, sebetulnya produk asli olahan dari Cimahi memilki kesempatan agar bisa dipasarkan di toko-toko dan ritel moder. Sehingga memiliki ciri khas tersendiri dan tentunya bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami melihat kesempatan produk Cimahi bisa masuk ke ritel. Pihak pengelola mengaku siap menampung asal bisa memenuhi standar yang ditetapkan ritel,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait ketersediaan pangan serta harga jelang perayaan Natal 2017-Tahun Baru 2018, kata dia, stok pangan dan kenaikan harga menurutnya masih wajar dan belum ada kenaikan signifikan. Semuanya masih dibawah 10 persen.

“Nanti dalam waktu dekat hari perayaan, kami akan lakukan pemeriksaan lagi ke lapangan agar, apa yang terjadi dilapangan bisa diketahui. Jangan sampai ada yang dirugikan,” pungkasnya.

(gat)

loading...

Feeds

Telkom University Bandung Gelar EFBA ke-5

Entrepreneurship Team Hima Adbis Telkom University Bandung kembali menggelar Entrepreneur Festival of Business Administration (EFBA EXPLORE)