Waduh! Pilkada Serentak 2018 Dekatan dengan Idulfitri, KPU Khawatir Pemilih Menurun

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelaksanaan Pilkada serentak 2018 berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandung khawatir angka partisipasi masyarakat menurun.

“Menurut jadwal, pelaksanaan Pilkada serentak 2018 dilaksanakan pada 10 hari setelah Idulfitri. Kami khawatir warga Kota Bandung masih di kampung halaman,” ujar Ketua KPU Kota Bandung Rifqi Alimubarok, kepada wartawan Selasa (12/12/2017).

Karenanya, lanjut Rifki, pihaknya akan melakukan sosialisasi yang lebih gencar dengan media, dan dengan Pemerintah Kota ( Pemkot) Bandung, dalam hal ini dengan Diskominfo dan Humas Setda Kota Bandung.

Baca Juga:

Ridwan Kamil Butuh Calon Pendamping, PPP Ajukan Tiga Kriteria Ini

Bermodalkan Pilgub DKI, Gerindra Bakal “Bujuk” PKS dan PAN untuk Koalisi

“Kami akan selalu mengingatkan masyarakat untuk segera kembali ke Kota Bandung, agar bisa melaksanakan haknya dalam menentukan suara,” tegasnya.

Sementara itu, Kepada Partai Politik (Parpol) Juga, diharapkan kerja samanya dalam mendatangkan animo masyarakat.

Caranya, dengan menampilkan pasangan calon yang baik dan program-program yang pas dengan keinginan masyarakat.

“Karena, pemilih Kota Bandung kan sudah cerdas. Ketika mereka memilih, yang dilihatnya bukan partai, tapi figur dan program yang dibawanya,” papar Rifqi.

Rifki menyampaikan kekhawatirannya, angka partisipasi dalam Pilgub Jabar tidak seimbang dengan Pilwalkot Bandung.

Karena dalam Pilgub Jabar, pemilih bisa mencoblos di mana-mana. Sementara untuk Pilwalkot Bandung, harus di Kota Bandung.

“Sehingga, memaksa warga yang mudik, kembali ke Bandung,” terangnya.

Baca Juga:

Terlanjur Masuk “Koalisi Zaman Now”, PKS Dingin Ditawari Gerindra

Gerindra Ajak PAN Koalisi, Pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu Terancam Dikocok Ulang?

Target KPU Kota Bandung dalam Pilwalkot Bandung adalah 70 persen partisipasi. Dari jumlah pemilih sekitar 1,7 juta jiwa yang sudah memiliki E-KTP.

“Angka ini naik dibandingkan partisipasi dalam Pilwalkot 2013 yang hanya 60 persen,” terangnya.

Terkait pemilih pemula, Rifqi mengatakan, pihaknya melakukan sosialisasi kepada siswa SMA/SMK sederajat. Caranya dengan simulasi atau permainan.

“Termasuk simulasi cara mencoblos yang benar, agar suara mereka sah,” tambahnya.

(mur)‎

loading...

Feeds

Tips Hindari Jet Lag dari Ilmuwan

Para pelancong seringkali mengalami penerbangan jarak jauh yang sangat melelahkan tubuh. Tetapi menurut para ilmuwan dari Universitas Sydney yang bekerja …