Dugaan Korupsi Bupati Dilaporkan ke Kejari

Ketua Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman (tengah depan) memimpin ribuan massa GMBI bersama sejumlah elemen masyarakat Garut menggelar demo dan melaporkan dugaan korupsi Bupati Garut ke Kejari Garut, Selasa (12/12).

Ketua Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman (tengah depan) memimpin ribuan massa GMBI bersama sejumlah elemen masyarakat Garut menggelar demo dan melaporkan dugaan korupsi Bupati Garut ke Kejari Garut, Selasa (12/12).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintahan Bupati Garut, Rudy Gunawan, menuai batu sandungan. Orang nomor satu di Garut itu dinilai arogan dan selama pemerintahannya sarat dengan praktik korupsi.


Bupati juga dinilai melawan arus dengan menentang para aktivis terkait program industrialisasi di wilayah Garut Utara dan pembiaran para korban pergeseran tanah di Kecamatan Cisompet.

Tak pelak, sederet masalah itu menuai gelombang protes dari sejumlah kalangan. Kemarin (Selasa, 12/12/2017), ribuan massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) menuntut Bupati Garut Rudy Gunawan dan Wakilnya Helmi Budiman, mundur dari jabatannya.

Dalam aksi ini, massa GMBI ini melaporkan dugaan korupsi bupati ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut. Selain orasi, massa juga membawa sejumlah atribut bertuliskan “Gulingkan Bupati Garut, Sudah Menyengsarakan Rakyat”.

Ribuan massa ini sejak pagi sudah menyemut di bundaran Simpang Lima. Dari sana mereka bergerak ke kantor Kejari di Jalan Merdeka.

Usai ke Kejari, massa menyampaikan aspirasi di DPRD Garut. Di gedung rakyat itu, perwakilan massa diterima enam fraksi, yakni PDI Perjuangan, PPP, Golkar, Demokrat, Hanura dan Nasdem.

Sementara dua fraksi lainnya, Gerindra dan PKS menolak aspirasi mereka.

Ketua Umum DPP LSM GMBI, Moh Fauzan Rachman mengatakan, aksi ini sebagai bentuk sikap masyarakat yang menentang sikap arogansi bupati dan wakilnya.

“Selama kepemimpinan bupati dan wakilnya, Garut sangat tertinggal dibanding daerah lainnya. Bupati juga telah mengkhianati rakyat dan sangat arogan,” tegas Fauzan.

Aksi GMBI ini merupakan demo kali ketiga.

“Kami sudah dua kali menggulingkan bupati. Penggulingannya bukan tanpa alasan. Ketika pemerintahan berjalan baik, maka GMBI selalu berada di garis terdepan,” tandasnya.

“Begitu juga sebaliknya, ketika bupati dan wakilnya tidak bisa mensejahterakan masyarakat, maka kami dan elemen masyarakat lainnya menjadi garda terdepan untuk menggulingkan bupati dan wakilnya,” lanjutnya.

(man/mun)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …

Daya Beli Jadi Isu Utama Pemulihan Ekonomi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Kota Bandung, Eric M. Attauriq menyatakan sudah menyiapkan sejumlah strategis untuk kembali mendongkrak …

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …