Hadadi: 2018, Standar Pendidikan Nasional Harus Tercapai

Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi

Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar lebih memfokuskan sekolah sekolah satu atap, 2018 mendatang.

Untuk mencapainya, Kepala Disdik Jabar, Ahmad Hadadi, punya target tersendiri.

“Ke depan kita lebih tingkatkan mutu pendidikan sesuai delapan  poin dari standar  pendidikan nasional,” kata Hadadi di ruang kerjanya, Senin (11/12/2017).

“Untuk mencapainya tentu langkah awal menciptakan tenaga kependidikan yang handal, baik secara keprofesionalan maupun sumber daya manusia (SDM), seperti penyiapan sarana dan prasarana pendidikan mulai dari persiapan lahan, dan SDM guru,” lanjutnya.

Untuk menuju delapan standar pendidikan nasional maka tidak sedikit anggaran yang dibutuhkan.

Baca Juga:

47 Ribu Lebih Siswa SMA/MA di Jabar Masih Ujian dengan Kertas Pensil

DPRD Jabar: Tantangan UNBK Adalah Literasi Teknologi

Contohnya untuk mempersiapkan lahan di tengah perkotaan, sementara harga lahan sudah sangat tinggi, sementara sisi lain pemerintah harus membangun, sehingga otomatis pemerintah walaupun harga lahan mahal itu harus dibeli.

Untuk memenuhi standar pendidikan, kata Hadadi Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sangat mendukung penuh, seperti, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan kepada peserta didik.

Standar tersebut meliputi Kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan juga menengah, SKL minimal kelompok mata pelajaran dan juga SKL minimal mata pelajaran.

Standar isi juga mencakup materi minimal serta tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan juga jenis pendidikan tertentu. Standar ini memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar serta kurikulum satuan pendidikan dan kalender pendidikan.

Sementara standar proses yaitu proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara Interaktif, Inspiratif, Menyenangkan, Menantang dan juga membuat termotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan juga kemandirian sesuai dengan bakat minat dan perkembangan psikologis dan fisik peserta didik.

Namun di dalam proses pembelajaran tersebut juga harus memasukkan unsur keteladanan.

Standar Pendidikan dan tenaga Kependidikan Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan dari pendidikan nasional tersebut.

Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh sang pendidik yang dibuktikan dengan ijazah dan sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan dari undang-undang yang berlaku.

Standar Sarana dan Prasarana, yakni setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perlengkapan sarana pendidikan, buku dan sumber belajar yang lainnya.

Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana dan prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan kelas, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, laboratorium dan ruangan penunjang lainnya.

Baca Juga:

Asik, Ada Kabar Gembira buat 21.665 Guru PNS di Jabar

Pasca-Alih Kelola, Juni Disdik Jabar Siap Gelar PPDB SMA/SMK. Berikut Jadwalnya

Standar Pembiayaan Pendidikan: Pembiayaan pendidikan terdiri dari biaya Operasi, investasi serta biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan dimaksud meliputi biaya sarana prasarana, pengembangan SDM dan modal kerja tetap.

Sementara biaya personal yang dimaksud adalah biaya pendidikan yang harus dikeluarkan pesesrta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara Kondusif, teratur dan juga berkelanjutan.

Sementara biaya operasi yang dimaksud meliputi gaji tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dan juga tunjangan yang melekat pada gaji. Bahan dan peralatan habis pakai dan juga biaya tak langsung pendidikan seperti biaya telekomunikasi, konsumsi dan transportasi.

Standar Penilaian Pendidikan: Penilaian pada jenjang pendidikan dasar sampai jenjang menengah terdiri dari penilaian hasil belajar oleh pendidik. Satuan pendidikan dan oleh pemerintah.

Sementara untuk pendidikan tinggi terdiri dari penilaian pendidik dan juga satuan pendidikan tinggi.

(man)

loading...

Feeds

Telkom University Bandung Gelar EFBA ke-5

Entrepreneurship Team Hima Adbis Telkom University Bandung kembali menggelar Entrepreneur Festival of Business Administration (EFBA EXPLORE)

Politik Erdogan Bisa Jadi Inspirasi

Ilmu politik Recep Tayyip Erdogan bisa dijadikan pegangan bagi masyarakat muslim di Indonesia. Terlebih, sejauh ini Erdogan mampu mengembalikan …

Waspada Banjir, Diskar Siagakan 160 Petugas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Menghadapi musim penghujan, pasukan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Bandung (Diskar PB) siagakan 160 orang personel berjaga …