Saingi Kompetitor Luar Negeri, “Lulusan SMK Harus Mendunia”

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin melihat ruangan baru di SMKN 9, Kamis (7/12/2017).

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin melihat ruangan baru di SMKN 9, Kamis (7/12/2017).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG– Pendidikan vokasi di Indonesia memasuki babak baru. Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang disusul dengan nota kesepahaman antar kementerian terkait, seakan menjadi roket pendorong pendidikan vokasi di negeri ini. Bahkan, ada yang menyebutnya sebagai reformasi pendidikan kejuruan ketiga, setelah reformasi pendidikan kejuruan pertama tahun 1964, dan reformasi kedua tahun 1976.


Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat mendorong SMK yang berada dilingkungannya untuk revitalisasi. Revitalisasi sendiri menggenjot 8 standar nasional pendidikan di setiap sekolah. Ini dilakukan agar lulusan SMK di Jabar bisa bersaing, baik di dalam maupun luar negeri.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Jawa Barat, Dodin Rusmin Nuryadin mengatakan kompetitor lulusan SMK di Indonesia tidak hanya berasal dari dalam negeri saja. Melainkan dari luar negeri banyak lulusan yang berkompeten.

“Makanya saya selalu mendorong lulusan SMK harus mendunia,” kata Dodin disela-sela kegiatan Expose Revitalisasi SMKN 9 Kota Bandung di Jalan Soekarno Hatta, Kamis (7/12/2017).

Dodin menjelaskan ada tiga faktor yang harus ditekankan dari delapan standar nasional pendidikan. Masing-masing mutu guru, sarana prasaran dan standar biaya.

“Mau kompeten bagaimana kalau tidak ada alat. Ini kan bahaya,” ujarnya.

Dodin berharap, sekolah bisa menjamin biaya pendidikan murah dan berkualitas. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak, termasuk dengan dunia industri dan pemerintah pusat.

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …