Manfaat yang Luar Biasa dengan Iuran yang Tidak Seberapa dari Program JKN-KIS BPJS Kesehatan

Dedi Supriyadi, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

Dedi Supriyadi, peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan

POJOKBANDUNG.com – Meski sejak ikut kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 2014 belum pernah mengalami sakit yang cukup berat. Namun, Dedi Supriyadi, 33, tidak lantas keluar atau menunda-nunda kewajiban pembayaran iuran BPJS Kesehatan.


Menurut Dedi, dengan membayar secara tepat waktu, maka dirinya beserta keluarga tidak khawatir untuk berobat, jika sewaktu-waktu mengalami sakit. Baik sakit parah atau pun hanya sekedar sakit ringan.

“Kalau sekedar pemeriksaan kesehatan lumayan sering juga,” ujarnya, di sela-sela mengantri untuk memeriksakan kesehatannya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Jalan Amira Machmud, Kota Cimahi, Selasa (5/12).

Dedi menyebutkan, dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan bersama istri dan kedua anaknya di kelas II.

Menurut suami dari N Lalah Nurjamilah ini meski hanya dikelas II namun, selama pemeriksaan menggunakan BPJS, tak ada sedikitpun perbedaan terkait pelayanaan yang diberikan pihak rumah sakit.

“Waktu dulu pernah istri saya terserang penyakit DBD dan harus dirawat selama empat hari, lancar-lancar saja. Dari proses pendaftaran, pelayanan yang diberikan sampai diperbolehkan pulang alhamdulillah, gak ada yang sulit,” sebutnya.

Kendati lancar dalam proses dan pelayanan, namun Dedi mengaku, ada sedikit kekecewaan yang dialaminya. Ia kecewa karena saat menebus obat, ada obat yang harus dibeli di apotik di luar RS.

“Petugasnya bilang sih obat itu gak ada di RS makanya harus dibeli di apotik lain,” imbuhnya.

Tetapi, lanjutnya, setelah dirinya mencoba mengkonfirmasi ke petugas BPJS Kesehatan terkait harus membeli obat di apotik lain. Menurutnya dengan ramah petugas itu mengatakan bahwa seharusnya ada obat cadangan yang bisa diberikan.

“Jadi sebenarnya semua itu seharusnya sudah dibayarin sama BPJS Kesehatan, gak usah cari obat di luar karena ada obat lain yang bisa diberikan,” bebernya.

Untuk mencegah hal serupa, Dedi berharap pihak BPJS Kesehatan dapat mengawasi dengan ketat kepada setiap RS atau pemberi fasilitas kesehatan yang bekerjasama.

“Jangan sampai harus mengeluarkan uang lagi. Kan kita sudah bayar tiap bulan. Mau sakit atau tidak,” ucapnya.

Dedi juga menyarankan kepada para peserta BPJS agar jangan sampai tidak membayar iuran. Sebab menurutnya, dengan tepat dan lancar bayar iuran, maka secara tidak langsung akan memperlancar perputaran ekonomi juga.

“Bayangkan kalau pada telat bayar, otomatis pembayaran kepada RS juga akan terhambat. Imbasnya kepada kita lagi karena bisa-bisa RS gak mau menerima pasien yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

(*/men/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …

Jalan Provinsi di Cikalong Terancam Longsor

POJOKBANDUNG.com, CIKALONGWETAN – Jalan raya Provinsi Cikalong-Cipendeuy terancam putus akibat longsor yang memakan bahu jalan. Berdasarkan pantauan, bahu jalan yang …