Apakah Penyakit Mematikan, Difteri Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter RSHS Bandung

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSHS Bandung, Dr. Djatnika Setiabudi, dr. Sp.A(K), Dr Djatnika Setiabudi, dr Sp A(K) (tengah) dan Staf SMF Kedokteran Anak RSHS Bandung, Dr Anggraeni Alam, dr Sp A(K) (kanan), saat sosialisasi penyakit difteri di RSHS Bandung, Selasa (5/12).

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Anak RSHS Bandung, Dr. Djatnika Setiabudi, dr. Sp.A(K), Dr Djatnika Setiabudi, dr Sp A(K) (tengah) dan Staf SMF Kedokteran Anak RSHS Bandung, Dr Anggraeni Alam, dr Sp A(K) (kanan), saat sosialisasi penyakit difteri di RSHS Bandung, Selasa (5/12).

Terkait ini, Dr. Anggraeni Alam, dr. Sp.A(K). Staf Divisi Ilmu Infeksi Anak RSHS menambahkan bahwa jika sudah terlihat gejala-gejala Diferti, harus segera dilakukan tindakan komprehensif. “Jika tidak diobati kemungkinan bisa meninggal dunia. satu dari dua pengidap Difteri beresiko kematian jika tak di tangani,” tegas Anggraini.


Anggraini mengingatkan kepada pihak RSUD dan swasta harus ikut siap menangani Difteri karena untuk anti-toksin (obat) dan penanganan lainnya sudah ditanggung dinas kesehatan (Dinkes).

“Pentingnya imunisasi atau vaksinisasi ini tentu saja tak bisa lepas dari peran pemerintah dan masyarakat agar masyarakat tersadarkan akan pentingnya imunisasisi ini,” pungkas Anggraini.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds

Momen RAFI 2021, Telkomsel Siaga Maksimalkan Jaringan

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA- Telkomsel siap memastikan ketersediaan kualitas jaringan dan layanan yang prima demi menghadirkan pengalaman digital untuk #BukaPintuKebaikan bagi masyarakat …