Infrastruktur Kota Bandung Belum Ramah Disabilitas

Aksi disabilitas. Foto: Atep K/Pojokbandung.com

Aksi disabilitas. Foto: Atep K/Pojokbandung.com

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Puluhan penyandang disabilitas melakukan kampanye peduli lingkungan, dalam mengisi hari disabilitas internasional yang jatuh Minggu (3/12/2017) kemarin.


Kampanye tersebut dilakukan di Car Free Day Dago, dengan mengangkat poster ajakan ramah disabilitas dan pengumpulan tanda tangan masyarakat sebagai bentuk kesiapan ramah terhadap lingkungan.

“Kampanye ini bertujuan untuk mengajak warga kota bandung supaya lebih peduli lingkungan yang ramah bagi semua, dari mulai ramah bayi, lansia dan disabilitas,” ungkap Aktivis Difabel Bandung Raya, Aden Achmad.

Ia mengajak masyarakat sadar akan lingkungan yang ramah akses disabilitas termasuk lansia yang pada dasarnya membutuhkan lingkungan yang ramah untuk beraktivitas. Sebab, semua orang punya potensi menjadi penyandang disabilitas.

Baca Juga:

Menaker dan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Memberikan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas

Hebat! Penyandang Disabilitas Tidak Mau Berhenti Berkarya

“Contohnya dalam infrastruktur, indeks kenyamanan infrastruktur itu kalau dirasakan nyaman oleh disabilitas akan dirasakan nyaman oleh semua orang, tapi infrastruktur yang nyaman bagi orang pada umumnya, belum tentu nyaman bagi disabilitas,” tegas dia.

Ia mencontohkan, selebar apapun trotoar tentu akan nyaman bagi kebanyakan orang, tetapi belum tentu bagi disabilitas. Bandung sendiri merupakan kota yang sedang menuju ramah disabilitas, tetapi masih terdapat kekurangan untuk akses disabilitas.

Misalnya, lanjut Aden, infrastruktur trotoar di Kota Bandung yang terdapat garis kuning sebagai akses khusus bagi disabilitas netra. Selain itu terdapat juga trotoar yang dilengkapi ram bagi akses disabilitas fisik, juga adanya tiga angkutan khusus bagi disabilitas.

Baca Juga:

Penyandang Disabilitas Rawan Jadi Praktik Curang Oknum Calon Kepala Daerah

3 Bus Khusus Penyandang Disabilitas Mulai Beroperasi di Bandung

“Tapi ada beberapa yang masih kurang, seperti lingkungan yang akses hanya terdapat di titik-titik tertentu, tidak memenuhi standar contohnya garis kuning yang untuk disabilitas netra masih kurang lebar sehingga masih kalau lewat akan bertabrakan,” katanya.

Armada bis disabilitas pun hanya tiga buah yang beroperasi di Kota Bandung. Sayangnya, bus itu sifatnya masih eksklusif.
“Kami inginnya semua angkutan ramah terhadap disabilitas” ujar Aden.

Dengan begitu, diharapkan semua pihak, baik pemangku kebijakan maupun masyarakat, bisa mendorong supaya lingkungan Bandung bisa lebih ramah lagi terhadap disabilitas.

(atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Energi Postif Moonraker untuk Kemajuan Daerah

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Bukan lagi zamannya ugal-ugalan dijalanan. Apalagi melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri bahkan orang lain. Stigma negatif …