2018, Target SMA Terbuka-PJJ Bisa Tercapai

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dodin R Nuryadin

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dodin R Nuryadin

POJOKBANDUNG.com – Keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) untuk meningkatkan Angka Partispasi Kasar (APK) Pendidikan melalui program SMA Terbuka dan SMK Pendidikan Jarak Jauh (SMK PJJ) tidak tercapai.


Semula, SMK PJJ ditargetkan bisa menampung 100 ribu siswa, akan tetapi realisasinya hanya mampu meraih 30 ribu siswa.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan (PMK) Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dodin R Nuryadin, ada beberapa kendala penyebab tidak tercapainya target.

Di antaranya, kurang maksimalnya melakukan sosialiasi lantaran wilayah yang sangat luas dengan geografis yang berjauhan.

Di samping itu, sekolah juga ada keterbatasan dan jarak keberadaan TKB-TKB itu sangat jauh dari sekolah yang bersangkutan, walaupun ada juga yang dekat tapi sedikit.  Bahkan ada yang lintas kabupaten.

Baca Juga:

Jabar Jajaki Kerjasama Pendidikan Keperawatan dengan Universitas Shizuoka Jepang

DPP Garda Pemuda Nasdem Lakukan Pendidikan Politik bagi Pemuda

“Selain itu, masih adanya kekhawatiran masyarakat  dengan istilah sekolah gratis tapi nyatanya bayar.  Karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas dan lengkap. Kendala dan permasalahan yang menjadi penyebab tidak tercapainya target sudah kami kaji dan evaluasi, agar tidak terjadi lagi di tahun mendatang,” kata Dodin saat ditemui di ruang kerja Bidang PMK Disdik Jabar, beberapa waktu lalu.

Dodin mengungkapkan, dalam berbagai kesempatan pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat dan pihak Sekolah bahwa  TBK, SMA Terbuka dan SMK PJJ, tidak sepeserpun ditarik biaya alias Gratis. Karena semua pembiayaan kebutuhan pendidikan SMA Terbuka dan SMK PJJ ditanggung pemerintah baik melalui APBD maupun APBD Jabar.

“Pendataan SMA Terbuka dan SMK PJJ dilakukan sejak PPDB Sekolah Reguler selesai, barulah kita kumpulkan data berapa banyak  anak-anak dari seluruh Kabupaten/kota yang tidak tertampung di sekolah regular baik negeri maupun swasta, maka kita arahkan ke Sekolah Menengah Umum (SMA) Terbuka atau ke SMK Pendidikan Jarak Jauh (PJJ),” paparnya.

Baca Juga:

Jabar Targetkan Kualitas Pendidikan di Pelosok Sama dengan di Perkotaan

Pemkab Tasikmalaya Raih Penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dari Kemenag

Kata Dodin, siswa yang diterima di SMA Terbuka dan SMK PJJ, tidak terbatas hanya anak lulusan tahun 2017 saja tetapi lulusan tahun sebelum dengan batas usia maksimal 22 tahun saat lulus sekolah nantinya.

Bahkan anak yang lulusan SMP/ sederajat yang sudah bekerja maupun yang sudah berumah tangga dapat diterima di SMA Terbuka atau SMK PJJ, jelasnya.

Sedangkan proses rekrutman calon siswa SMA Terbuka dan SMK PJJ, berlangsung sampai akhir bulan Oktober lalu, berhasil dikumpulkan ada sebanyak sekitar 30.000 anak, yang masuk SMA Terbuka ada sebanyak kurang lebih 18 ribu siswa dan SMK PJJ ada sebanyak kurang lebih 12.ribu siswa, semuanya sudah terdaftar di TKB-TKB se Jabar.

Kenapa SMA lebih banyak karena SMU lebih umum, kalau SMK tentu kita harus memilih sekolah induk yang  di TKB-nya itu kompetensinya itu disesuaikan dengan potensi daerah yang bersangkutan. Untuk itu, kita pilih sekolah yang cocok untuk induknya.

Walaupun target 100 ribu hanya tercapai 30ribu siswa di tahun ajaran 2017 ini, namun menurut pihak  Kemendikbud RI dan Simolek sebagai fasilitar sudah dianggap luar biasa dalam waktu hanya beberapa bulan sudah mampu mendapatkan sebanyak 30 ribu siswa.

“Insya Allah tahun depan kita mampu mendapatkan 100 ribu siswa,” ujar Dodin penuh optimis.

(mun)

Loading...

loading...

Feeds

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …