Kenapa Badai-badai Maut Diambil dari Nama Wanita? Ada Katarian, Irma Hingga Cempaka

Prakiraan tinggi gelombang (BMKG)

Prakiraan tinggi gelombang (BMKG)

POJOKBANDUNG.com – Badai-badi mematikan kebanyakan memiliki nama wanita atau feminim. Mulai dari badai Katrina, Maria, Irma, hingga yang terbaru badai siklon tropis Cempaka.


The Met Office, sebuah kantor layanan Meteorologi di Inggris, mengatakan bahwa menamai badai-badai ini menjadikan orang lebih sadar akan bahaya badai itu sendiri.

Jika sedang terjadi badai di sebuah negara, orang-orang akan lebih mudah untuk mengikuti berita di TV, radio, atau media sosial, jika badai itu memiliki nama.

“Kami telah melihat bagaimana penamaan badai lebih meningkatkan kesadaran akan cuaca buruk sebelum badai menyerang” ujar Ryan staf dari The Office Met dikutip BBC, Kamis (30/11/2017).

Baca Juga:

Hujan Badai Kembali Terjang Bandung

Bandung Porak Poranda, BMKG: Badai Bergerak ke Wilayah Utara Jawa Barat

Penelitian mengungkapkan bahwa badai yang dinamai perempuan lebih mengerikan daripada yang dinamai laki-laki, sebab nama perempuan terlihat lebih menyakitkan.

Seperti perubahan nama dari Charlie ke Eloise bisa melipatgandakan jumlah korban tewas.

Sementar, hasil penelitian dari University of Illinois and Arizona State menganalisa lebih dalam nama-nama badai dari seorang perempuan.

Dikutip Independent, mereka mengatakan bencana alam dikaitkan dengan jenis kelamin sesuai dengan peran sosial dan ekspektasi masyarakat.

Mereka juga menambahkan bahwa angin topan di Amerika Serikat dengan nama perempuan lebih mematikan.

Tak hanya di Amerika Serikat, bencana badai di Indonesia juga memiliki nama. Nama-nama badai di Indonesia lebih unik lagi yaitu dari nama bunga yang identik dengan keindahan.

Kepala Bagian Humas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Harry Tirto Djatmiko mengungkapkan bahwa nama Cempaka dalam siklon tropis terlahir sejak Senin lalu (27/11/2017). Tiap siklon tropis sudah diberikan nama.

“Indonesia dan badan meteorologi di seluruh dunia punya kesepakatan dalam memberikan nama. Siklon tropis itu badai, Cempaka itu namanya yang diberikan,” kata Harry.

Menurut WMO (World Meteorilogical Organization), nama yang unik dianggap lebih mudah diingat ketimbang angka atau istilah teknis lainnya.

Baca Juga:

Badai Cempaka Ancam Jabar, Awas Pohon dan Reklame di Bandung Rawan Tumbang

Hujan Badai di Bandung, 3 Mobil Mewah Ringsek Tertimpa Atap Sekolah

Banyak pihak sepakat bahwa penamaan badai dapat memudahkan media dalam melaporkan isu siklon tropis, serta meningkatkan kewaspadaan warga.

Dalam memberi nama siklon tropis yang terjadi di Indonesia, BMKG sudah menyiapkan nama Anggrek dan Bakung. Masing-masing abjad memiliki alternatif. Misal, nama Anggrek telah digunakan, maka kemudian Anggur menjadi pilihan nama.

Untuk mempermudah, nama siklon diurutkan dari A sampai Z.

“Tapi kalau itu sudah habis kami usulkan nama buah. Sementara ini yang kami usulkan nama bunga. Tapi baru C, sampai Z masih sangat jauh,” jelas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo.

BMKG menyatakan ada tujuan khusus dalam menamai siklon tropis dengan nama bunga. Yakni, agar siklon tropis yang sifatnya merusak tidak dianggap menjadi sesuatu hal yang buruk.

(iml/rgm/JPC)

Loading...

loading...

Feeds

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …