Banjir Akibat Pembangunan BIJB, Warga Bantarjati-Biawak dan Jatitujuh Mengadu ke DPRD Jabar

Pembangunan BIJB

Pembangunan BIJB

POJOKBANDUNG.com – Puluhan rumah dan ratusan petak sawah Warga Desa Bantarjati, Desa Biawak dan warga Kecamatan Jatitujuh, mengalami banjir akibat dampak pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) terutama pembangunan jalan tol dan non-tol sebagai aksesbilitas menuju BIJB.


Pembangunan fisik berupa penimbunan jalan Tol dan Non Tol menuju BIJB mulai dikerjakan, sehingga pada saat hujun kemarin, aliran air hujan yang biasa langsung dapat mengalir ke sungai Cimanuk terhambat.

Tersumbatnya aliran air hujan menuju sungai berdampak puluhan rumah dan ratusan petak sawah warga mengalimi banjir.

Salah seorang warga, Acep, selama ini, Bantarjati, Biawak dan Jatitujuh walaupun hujan deras, tidak pernah mengalami banjir.

Anggota Komisi I DPRD Jabar, M Iqbal dari Fraksi Nasdem

Namun sejak pembangunan BIJB terutama saat pembangunan akses jalan Tol maupun Non Tol mulai dikerjakan, kami mengalami banjir. Padahal hujan kemarin tidak begitu besar dan lama.

Baca Juga:

DPRD Jabar Apresiasi Usulan DOB Garsel

DPRD Jabar Soroti Standar Gedung Lingkungan Pemprov Jabar

“Kami atas nama warga Bantarjati meminta perhatian Pemprov Jabar, Pemkab Majalengka terutama pihak PT. BIJB selaku penanggungjawab pembangunan BIJB untuk bertangggungjawab atas banjir rumah dan sawah warga,” keluh Acep saat dihubungi, Minggu (26/11/2017).

Hal senada dikatakan Ujang, warga Jatitujuh. Menurutnya, ada puluhan rumah dan sawah warga Jatitujuh kini mengalami kebanjiran akibat dampak negatif pembangunan BIJB.

Banjir yang merendam rumah dan sawah warga, karena ada aliran yang tersumbat, sehingga air hujan tidak dapat mengalir langsung ke sungai Cimanuk.

“Kami minta pihak PT BIJB dan kontraktor pengembang agar segera memperbaiki saluran air yang tersumbat akibat penimbunan tanah untuk akses jalan menuju BIJB,” pintanya.

Sementara itu, anggota Komisi I DPRD Jabar, M Iqbal dari Fraksi Nasdem membenarkan terjadinya banjir yang merendam puluhan rumah dan ratusan petak sawah akibat pembangunan BIJB.

Banjir yang menimpa rumah dan sawah warga akibat hujan yang cukup lebat, ditambah lagi saluran air yang biasa langsung mengalir ke Sungai Cimanuk,  tersumbat akibat pembangunan BIJB terutama sejak dilakukan penimbunan untuk pembuatan jalan tol dan non tol menuju BIJB.

Baca Juga:

DPRD Jabar Dukung Perjuangan Buruh Meraih Kesejahteraan

DPRD Jabar Audiensi dengan Buruh

Ada pun terkait aspiasi warga Bantarjati, Biawak dan Jatitujuh, yang meminta pemerintah dan pihak PT BIJB untuk bertanggungjawab atas dampak pembangunan, menurut Iqbal, hal ini cukup wajar, mengingat selama ini sebelum ada pembangunan BIJB, warga setempat tidak pernah mengalami kebanjiran.

“Aspirasi dari ketiga warga tersebut, akan kita bawa ke DPRD Jabar untuk ditindaklanjuti, bila perlu DPRD Jabar, khususnya Komisi I akan meninjau langsung ke lapangan. Seberapa besar dampak kerugian dan penderitaan yang dialami warga akibat banjir,” ungkap M Iqbal, saat dihubungi terkait keluhan warga Bantarjati, Biawak dan Jatitujuh.

“Hasil dari tinjauan lapangan akan kita sampaikan ke Pimpinan Dewan untuk dibuatkan rekomendasi dan disampaikan ke Pemprov Jabar maupun PT BIJB selaku penanggungjawab pembangunan BIJB,” tandas anggota dewan dari Dapil Subang-Majalengka-Sumedang ini.

(***)

Loading...

loading...

Feeds