DPRD Jabar Desak Pemerintah Hentikan Segala Proyek di Kawasan Bandung Utara

Yod Mintaraga

Yod Mintaraga

POJOKBANDUNG.com – Pemerintah didesak tegas untuk menghentikan segala proyek yang berada di lahan konservasi dikawasan bandung utara (KBU). Salah satunya, pembangunan SPBU di Jalan Setiabudhi.


Demikian disampaikan anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat, Yod Mintaraga saat dihubungi, Minggu (26/11/2017).

Pemerintah harus serius dalam menjaga KBU. Peraturan yang ada harus ditegakkan karena kawasan tersebut sangat strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan di cekungan Bandung.

Baca Juga:

DPRD Jabar Audiensi dengan Buruh

DPRD Jabar Apresiasi Usulan DOB Garsel

Menurutnya, lahan yang ada di kawasan KBU merupakan kawasan konservasi sehingga kehijauannya harus dijaga.

“Perda KBU sudah ada, RDTR juga. Kalau menyalahi, bongkar saja,” tegas Yod.

Selain itu, lanjut Yod, di awal pengelola mengajukan izin ke pemerintah untuk merenovasi SPBU. Namun, pada kenyataannya justru dilakukan pembangunan baru sehingga hal ini pun sudah menyalahi peruntukannya.

“Renovasi dengan membangun kan beda. Jadi itu juga sudah menyalahi aturan,” katanya.

Pemerintah oun ia sebut harua segera menyiapkan langkah-langkah sesuai peraturan, perundang-undangan. Tidak boleh ada toleransi di KBU karena kawasan itu sangat strategis untuk kelangsungan hidup orang banyak.

Yod menambahkan, kawasan konservasi lindung harus dijaga agar fungsinya sebagai kawasan resapan tidak terganggu.

“Ada zona yang tidak boleh dibangun. Kalaupun boleh, ada yang sesuai peruntukannya. Kalau enggak cocok, ya bongkar sama pemerintah yang punya otoritas,” katanya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bandung Barat Pieter Tjuandys mengatakan, pihaknya sudah melakukan inspeksi mendadak ke lokasi SPBU.

Baca Juga:

Atasi Pornografi yang Semakin Marak, DPRD Jabar Dukung Pembahasan Raperda

DPRD Jabar Dukung Perjuangan Buruh Meraih Kesejahteraan

Berdasarkan hasil temuannya, pengelola membangun bak penampungan bensin di atas lahan yang seharusnya merupakan kawasan hijau.

“Lahan seluas 865 meter pergi yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau, malah digunakan untuk tangki BBM,” katanya saat dihubungi, Minggu (26/11/2017).

Selain itu, menurutnya rekomendasi dari pemerintah provinsi dikeluarkan untuk renovasi.

“Tapi ternyata ini malah membangun baru,” katanya. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah provinsi dan daerah turun langsung untuk mengambil sikap tegas.

“Jangan sampai lahan hijau di KBU ini terus berkurang,” katanya.

(bbb)

Loading...

loading...

Feeds