Liga Desa Nusantara, Kabupaten Bandung Pertandingkan 20 Tim

Liga Desa Nusantara (LDN). Foto: Atep K/Pojokbandung

Liga Desa Nusantara (LDN). Foto: Atep K/Pojokbandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – 20 tim sepakbola desa di Kabupaten Bandung berebut tiket menuju ajang nasional Liga Desa Nusantara (LDN).

Koordinator LDN Regional Kabupaten Bandung, Ahmad Syahrudin mengatakan liga ini merupakan program Kementerian Desa PDTT guna meningkatkan minat olahraga masyarakat sekaligus mencari bibit-bibit baru untuk persepakbolaan nasional.

“Tahun ini pertama kali digelar,” tutur Ahmad saat diwawancara selelpas Kick Off Liga Desa Nusantara Regional Kabupaten Bandung, di Lapangan Desa Wangisagara, Sabtu (24/11/2017).

Pertandingan ini, kata Ahmad, akan berlangsung selama sembilan hari, diikuti 20 tim usia 20 dari 20 Desa se-Kabupaten Bandung. Sistem kompetisi yang diberlakukan yakni sistem gugur, di mana juara pertama akan mewakili Kabupaten Bandung dalam ajang Liga Desa Nusantara tingkat Nasional.

“Liga Desa Nusantara tingkat nasional akan digelar 10 Desember mendatang,” ujar Ahmad.

Di tempat yang sama, pengamat sepakbola nasional, M Kusnaeni mengatakan, liga ini merupakan salah satu upaya pembinaan sepakbola usia muda. Pada dasarnya pembinaan usia muda menurutnya harus didukung semua pihak.

“Memang harus dikeroyok, kalau hanya mengandalkan pemerintah tentu tidak akan maksimal,” tutur Kusnaeni.

Pertandingan seperti ini, menurutnya bisa menjadi sarana dalam mencari bibit-bibit baru. Selama ini, di PSSI sendiri pembinaan bibit muda usia 20 tahun kurang tergarap secara maksimal.

“Untuk mencari bibit muda memang semua harus turun tangan, baik pemerintah, PSSI maupun swasta. Ketika Kemendes melihat sarana tepat mengolahragakan desa, saya senang. Dengan banyaknya ajang perlombaan seperti ini maka pencarian bibit-bibit muda bisa lebih maksimal,” ujar Kusnaeni.

Menurutnya, ibarat menjaring ikan di sungai, di mana Liga Desa Nasional merupakan jaringnya. Seperti itulah pencarian bibit atlet sepakbola.

“Kalau jaringnya kecil, maka ikan yang didapat juga lebih sedikit, beda dengan menggunakan jaring besar, ikan yang didapat akan lebih banyak. Dengan banyak even seperti ini, maka akan sulit untuk bibit-bibit sepakbola unggul tidak terjaring,” papar dia.

Anggota DPR RI Fraksi Kebangkitan Bangsa Cucun Ahmad Syamsurijal mengaku, sebagai wakil rakyat dirinya sangat mengapresiasi langkah Kementerian Desa PDTT. Inisiatif seperti ini akan mendorong pemerintah desa terkait penggunaan dana desa yang bukan hanya bisa digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan saja.

“Tetapi bisa juga digunakan untuk membangun infrastruktur penunjang olah raga masyarakat,” ujar Cucun.

Dengan adanya Liga Desa Nusantara, kata Cucun, bukan hanya akan menumbuhkan bibit sepakbola baru, tapi bisa juga menumbuhkan ekonomi masyarakat. Ini merupakan langkah tepat dari Kementerian Desa yang mempunyai empat program prioritas.

“Salah satunya adalah membangun lapangan sepak bola di desa-desa,” katanya.

(atp/pojokbandung)

loading...

Feeds

Agnez Mo Makin Intim dengan Kekasih

 Agnez Mo masih saja enggan berbagi tentang kisah asmaranya dengan Jeffrey J Kopchia. Pelantun Coke Bottle itu tak jua mengunggah foto …