Pasangan Calon Independen Ini Akhirnya Ditolak KPU Jabar, Begini Sebabnya….

Jajang Suherman-Teguh Aditya, pasangan bakal calon Pilgub Jabar dari jalur perseorangan (independen). Foto: KPU Jabar

Jajang Suherman-Teguh Aditya, pasangan bakal calon Pilgub Jabar dari jalur perseorangan (independen). Foto: KPU Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – KPU Jabar menolak pasangan bakal calon gubernur-wakil gubernur Jabar dari jalur perseorangan (independen), Jajang Suherman-Teguh Aditya.


Sebabnya, pasangan tersebut datang tidak membawa berkas dukungan yang telah disyaratkan KPU Jabar.

Padahal, kata Kasubag Teknis dan Hukum, Hubungan Masyarakat KPU Jawa Barat, Cecep Nurjaman, berkas dukungan merupakan dokumen paling penting yang harus dibawa oleh pasangan bakal calon perseorangan sebagai bagian dari tahapan sebelum pendaftaran pada Januari mendatang.

Untuk Jawa Barat, jumlah berkas dukungan bakal calon perseorangan sekitar 2,1 juta.

Baca Juga:

Pilgub Jabar: Deddy Mizwar Jadi ‘Putra Mahkota’ Aher?

Kasus Setnov Akan Berdampak Terhadap Elektabilitas Ridwan Kamil? Ini Kata Pengamat

“Dan yang paling penting adalah dokumen lampiran di dalam rekapitulasi berkas dukungan,” tegas Cecep, usai kedatangan bakal calon tersebut, di kantor KPU Jabar, Jumat (24/11/2017).

Pasangan tersebut mengaku telah mengantongi 2,4 juta berkas dukungan. Namun tak selembar pun berkas dukungan pun yang diserahkan ke KPU.

“Kalau menyatakan klaim 2,4 juta berkas dukungan, berarti selembar berkas dukungan bisa tertera 8 sampai 10 fotokopi KTP. Bayangkan harus ada 2,4 juta sesuai klaim, walaupun kita tetap memasuki jumlah minimal 2,1 juta sekian itu sudah bisa kami lanjutkan ke proses berikutnya,” papar Cecep.

Dengan begitu, lanjut Cecep, meski keduanya mengaku sudah mengantongi 2,4 juta berkas dukungan, tetapi KPU belum bisa menerimanya secara resmi.

Kedatangan mereka pun belum dimasukkan ke dalam berita acara, belum ada tanda terima, dan belum ada SK bahwa berkas yang mereka masukan dilanjutkan ke tahapan verifikasi administrasi.

“Kita tunggu sampai tanggal 26 jam 24.00, kalo gak datang, batal,” tegasnya.

Baca Juga:

Gencar Berkomunikasi, Demokrat Pantau 3 Nama Cagub Jabar dari Luar Partai

Setnov Hilang, Dedi Mulyadi Ungkap Nasib Rekomendasi Ridwan Kamil

Mengenai tahapan pencalonan dari jalur perseorangan, kata Cecep, dari tanggal 22 sampai 26 November, dibuka penyerahan berkas dukungan. Lalu tanggal 26 pukul 24.00 menjadi batas akhir KPU menerima penyerahan berkas.

“Tanggal 22 sampai 28 (November) kita melakukan verifikasi administrasi, berapa jumlah dkungan mereka. Lalu tanggal 22 sampai 1 Desember dilakukan penelitian verifikasi administrasi, dan tanggal 1 sampai 5 penelitian kegandaan,” papar Cecep.

Jika pasangan calon perseorangan lulus dengan tahapan ini, baru bisa melenggang ke pendaftaran sebagai calon gubernur-wakil gubernur pada Januari 2018 mendatang.

“Sementara ini ada tujuh paslon yang mengajukan,” pungkasnya.

(atp/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …