Pengunggah Video Persekusi di Tangerang Diancam Penjara 6 Tahun

R dan M diperiksa sebagai saksi korban persekusi

R dan M diperiksa sebagai saksi korban persekusi

POJOKBANDUNG.com – Tim Cyber Polres Kota Tangerang menciduk GS (18), pelaku yang diduga jadi orang pertama menunggah video penelanjangan pasangan R (28) dan M (20) di Cikupa Tangerang ke media sosial.


Kapolresta Tangerang AKBP M. Sabilul Alif menyampaikan, penangkapan terhadap GS dilakukan setelah serangkaian penyelidikan.

Dari penelusuran, kata dia, video tersebut pertama kali diunggah melalui akun Facebook milik GS.

“GS kami tangkap di rumah kontrakannya di Jatiuwung pada 20 November 2017 kemarin,” kata Sabilul, Kamis (23/11/2017).

Akibat ulah GS, video tersebut menjadi viral dan diunggah kembali oleh warganet melalui berbagai media sosial. Sehingga, korban R dan M makin terpukul.

“Munculnya video ini semakin membuat mental atau psikologis korban jatuh,” jelas Sabilul.

Baca Juga: Wanita Cantik Ampun-ampunan Ditelanjangi Massa, “Ya Allah Jangan Pak”

Akibat menunggah video penelanjangan pasangan yang dipaksa warga mengaku melakukan perbuatan mesum tersebut, GS pun dijerat UU ITE Pasal 45 juncto Pasal 27 ayat (1) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

Dari tangan GS, polisi menyita barang bukti berupa telepon genggam berikut sim card-nya yang dipakai untuk mengunggah video tersebut.

Atas peristiwa tersebut, Sabilul mengimbau masyarakat agar tak main hakim sendiri, terlebih kemudian mengunggahnya ke media sosial.

Sebab, hal itu akan menjadi konten negatif terlebih jelas-jelas mengandung kekerasan, ujaran kebencian dan pornografi.

“Jangan main hakim sendiri. Jika terjadi permasalahan serahkan kepada aparat hukum,” katanya.

Untuk diketahui, peristiwa memilukan itu dialami R dan M pada 11 November lalu. Keduanya oleh warga dipaksa mengaku melalukan perbuatan mesum di kamar kontrakan M.

Padahal, keduanya tidak melakukan seperti yang dituduhkan dan sedang memakai pakaian lengkap dengan pintu kamar yang terbuka.

Ironisnya, atas prakarsa Ketua RT dan Ketua RW setempat, pasangan tersebut kemudian ditelanjangi dan mengalami penganiayaan.

Selanjutnya, pasangan yang berencana akan menikah itu kemudian diarak keliling kampung dalam keadaan telanjang.
Meski sudah menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, warga tetap tak mau tahu dan tetap melalukan persekusi terhadap keduanya beramai-ramai.

Terbaru, Selasa (21/11) lalu, R dan M akhirnya resmi menyandang status sebagai suami-istri melalui pernikahan secara siri di Keluarahan Kadu Agung, Kecamatan Tigakarsa, Tangerang.

Desember mendatang, keduanya diikutkan nikah massal dengan Kapolresta Tangerang AKBP M Sabilul Alif sendiri yang menjadi wali nikah M yang diketahui yatim-piatu.

(ruh/pojoksatu)

Loading...

loading...

Feeds