Hadapi Bonus Demografi, Jabar Diminta Bikin Strategi Keluarga Berencana

Ekonom Sutyastie Soemitro Remi dalam seminar “Menghadapi Bonus Demografi melalui Pendekatan Pembangunan Keluarga dan Pengendalian Penduduk” yang digelar BKKBN Jawa Barat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Selasa (22/11/2017).

Ekonom Sutyastie Soemitro Remi dalam seminar “Menghadapi Bonus Demografi melalui Pendekatan Pembangunan Keluarga dan Pengendalian Penduduk” yang digelar BKKBN Jawa Barat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor, Selasa (22/11/2017).

Atas periode bonus yang lebih singkat dan tingkat ketergantungan yang tidak terlalu rendah ini, Yasti menilai perlunya kebijakan dan strategi yang dapat dieksplorasi agar bonus demografi bisa dimaksimalkan.


“Struktur umur penduduk yang akan berubah ketika bonus demografi dimulai dan berakhir juga menjadi tantangan yang perlu diperhatikan,” ungkap wanita yang mendapat gelar profesornya di bidang Human Resource Economics ini.

Baca Juga:

BKKBN Jabar Evaluasi Program GenRe

BKKBN Sosialisasi KB Kesehatan

Menurutnya, kebijakan dan strategi pemerintah di bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kependudukan, keluarga berencana dan ketahanan keluarga perlu menjalin sinkronisasi dan sinergi secara kelembagaan bersama pemangku kepentingan lainnya.

Yastie juga menyebut tenaga kerja sebagai kunci penggerak ekonomi perlu diprioritaskan guna meningkatkan produktivitasnya.

Terkait dengan produktivitas penduduk, Sekretaris Utama BKKBN, Nofrizal yang juga menjadi narasumber dalam seminar ini mengungkapkan masih rendahnya tingkat produktivias SDM di Indonesia.

Berdasarkan survey IMD World Competitive Ranking tahun 2012, Indonesia hanya menempati peringkat ke-58 dari 59 negara terkemuka.

(*/HK/pojokbandung)

Loading...

loading...

Feeds