Pemkot Cimahi Bongkar Bangunan Liar, Warga Bingung Jadi Tak Punya Penghasilan

Pemkot Cimahi bongkar bangunan yang dituding liar. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Pemkot Cimahi bongkar bangunan yang dituding liar. Foto: Gatot Puji Utomo/Radar Bandung

Dengan mendirikan bangunan yang digunakan untuk berdagang itu, sejumlah pedagang cukup terbantu dari segi perekonomiannya. Sebab, lokasi bangunan berada tepat di depan SDN Melong Mandiri 5 dan warga komplek Pharmindo.


Salah seorang pemilik bangunan Soni Supriadi (61), mengaku dirinya merasa janggal atas pembongkaran tersebut. Sebab, kata dia, selama tujuh kali pergantian Kepala Sekolah SDN Melong Mandiri 5 Cimahi, baru kali ini para pedagangnya ditertibkan.

“Saya merasa ada yang tidak suka kalau kami berjualan di sini (kawasan melong). Soalnya dengan kepala yang sekarang selalu ada masalah. Dulu aman-aman saja,” ucap pria yang mengaku sudah berjualan selama 20 tahun itu.

Jauh sebelum penertiban dilakukan, lanjut dia, para pedagang sempat diajak musyawarah dengan pihak sekolah dan instansi terkait, untuk membahas keberadaan mereka di sekitar SDN Melong Mandiri 5.

“Kita sudah rembukan dan hasilnya tak ada masalah. Tapi sekitar dua bulan kemudian malah ada penertiban. Ini bagaimana,” tuturnya.

Kendati menimbulkan pertanyaan dari sebagian pemilik bangunan atas pembongkaran tersebut, namun, warga yang rumahnya ditempeli oleh bangunan liar itu, merasa senang. Terlebih, apabila terjadi hujan, rembesan air itu tembus ke rumah warga.

“Alhamdulillah jadi enggak kumuh. Saya enggak keberatan sih saat mereka bikin kios, enggak enak juga karena mereka warga sekitar,” Tine (53) yang rumahnya menempel dengan bangunan liar tersebut.

(gat)

Loading...

loading...

Feeds