Sehari Cukup Empat Sendok Gula, atau…

Tes gula darah (Ilustrasi)

Tes gula darah (Ilustrasi)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG- Melihat tingginya prevalensi prediabetes di Indonesia, bahkan jumlahnya dua kali lipat dari angka penderita diabetes. Diabetes mellitus diposisi penyakit kelima setelah stroke, lansia, hipertensi dan  jantung.


Menurut data International Diabetes Federation 2015, memperkirakan pada tahun 2015 sebanyak 642 juta penduduk dunia mengalami diabetes dan prediabetes berjumlah dua kali lipatnya. Di Jawa Barat penderita diabetes sebesar 4,2 persen dengan jumlah pradiabetes sebesar 7,8 persen.

BACA JUGA:

Ikuti Saran Dokter Ini Agar Anda Terhindar dari Penyakit Diabetes

Tidur Anda Mendengkur, Hati-hati Diabetes

Di Bandung sendiri, Dinas Kesehatan  Kota Bandung mencatat penyakit diabetes melitus yang dialami warga berada diposisi kelima setelah stroke, lansia, hipertensi dan  jantung. Setiap tahunnya, peningkatan penyakit diabetes rata-rata naik 12 persen.

Kapala Dinas Kesehatan Kota Bandung, Rita Verita menuturkan penyebabnya utama meningkatnya jumlah penderita diabetes karena pola hidup yang kurang baik dan konsumsi makanan instan.

Cek Disini.. Cara Alami Mencegah Penyakit Diabetes

“Terus tidak sedikit warga mengkonsumsi gula secara berlebih, tidak memperdulikan kesehatan sama sekali,” ucap Rita di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung.

Rita menyebut, sebagai perbandingan untuk Kota Bandung pada 2012 lalu, sebanyak 21.400 warga dinyatakan positif penyakit diabetes. Ditahun berikutnya, jumlahnya naik menjadi 33.600 atau naik 12 persen. Artinya, penyakit diabetes tidak bisa ditangani dalam sekali berobat.

“Artinya, jika tidak bisa ditangani sekali berobat atau sekali sembuh, bisa dipastikan jumlah penderitanya terus naik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Rita menyebut, orang yang terkena diabetes maka seumur hidupnya bakal bergantung pada obat-obatan. Penyakit tersebut, tidak bisa dihilangkan dalam sekali kontrol, melainkan harus rutin melakukan pengecekan kadar gula darah dalam tubuh secara berkala. “Rata-rata usia 15 tahun juga sudah ada yang kena, usia muda,” paparnya.

Selain itu, sambung Rita, pihaknya juga sudah mengintruksikan kepada jajarannya untuk terus mengedukasi warga terkait bahaya penyakit diabetes termasuk meningkatkan pengetahuan dokter-dokter di puskesmas untuk lebih teliti dalam penanganan setiap pasien diabetes melitus. “Pemeriksaan diabetes di puskesmas itu gratis, tolong dimanfaatkan,” tuturnya.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr. Lily S Sulistyowati mengatakan kampanye hidup sehat ini sangat diapresasi untuk mengajak semua orang menjalani gaya hidup sehat.

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …