Ini Detik-Detik Setya Novanto Menghilang

Suasana rumah Setya Novanto saat didatangi penyidik KPK, Rabu (15/11) malam. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Suasana rumah Setya Novanto saat didatangi penyidik KPK, Rabu (15/11) malam. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com- WAKIL Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Mahyudin sekira pukul 11.38 WIB keluar dari kediaman Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII nomor 19, Jakarta Selatan.


Menurut Mahyudin, Setya Novanto tidak ada di rumah. Sementara saat ini petugas KPK yang berjumlah lebih dari lima orang masih berada di kediaman Setya Novanto.

BACA JUGA:

KPK Jemput Paksa Setya Novanto, Ini Alasannya

KPK Datangi Rumah Pribadi Setya Novanto, Jemput Paksa?

“Yang di dalam Ibu Deisti (istri Setya Novanto) bersama pengacara (Fredrich Yunadi) dan para pembantu. Jadi saya belum ketemu sampe sekarang,” ujar Mahyudin saat ditemui di lokasi, Rabu (15/11) malam.

Wakil Ketua MPR ini mengaku datang ke kediaman Setya Novanto sejak sore. Sebab dia ingin membahas masalah Pilkada. “Saya cuma ingin bahas masalah Pilkada,” katanya.

KPK Kembali Tetapkan Setnov Tersangka Kasus E-KTP di Hari Pahlawan

Dia mengaku, tidak enak meninggalkan istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor sendirian. Lantaran di dalam rumah tidak ada seorang pria ataupun Setya Novanto. Hanya para pembantu yang perempuan.

“Jadi saya hanya di belakang, sedangkan Ibu Deisti di ruang tamu, saya hanya makan pisang dan nonton TV,” pungkasnya.‎

Berikut ini detik-detik Setya Novanto menghilang:

Rabu 15 November 2017 sekira pukul 10.30 Setya Novanto membuka sidang paripurna perdana, setelah para anggota DPR menjalani masa reses.

Di‎ pidatonya, Setya Novanto mengatakan DPR juga sedang melakukan dan menyelesaikan pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan terhadap tujuh RUU.

Hal itu diantaranya pertama RUU Perubahan atas UU Nomor 32/2002 tentang penyiaran, kedua RUU tentang perubahan atas UU Nomor 22/2001 tentang Minyak Bumi dan Gas Bumi, ketiga RUU tentang Perkelapasawitan, keempat RU tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, kelima RUU tentang Perubahan atas UU Nomor 19/2003 tentang BUMN, keenam RUU tentang Kebidanan, dan tujuh RUU tentang Perlindungan dan Pengakuan Hak Masyarakat Adat.

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …